Saturday, 23 March 2013

Kalimat Menakjubkan dari Buku Andrea Hirata

"....bahwa belajar tidaklah melulu untuk mengejar dan membuktikan sesuatu, namun belajar itu sendiri adalah perayaan dan penghargaan pada diri sendiri.". (Padang Bulan, hal: 196)




Syalimah berkisah tentang Zamzami, ayah mereka. "Ia adalah lelaki yang baik dengan cinta yang baik. Jika kami duduk di beranda, ayahmu mengambil antip dan memotong kuku-kukuku. CINTA seperti itu akan dibawa perempuan sampai mati" (Cinta di dalam Gelas, hal 10)

"Jika kuseduhkan kopi ayahmu menghirupnya pelan-pelan lalu tersenyum padaku." Meski tak terkatakan.... Senyum itu adalah ucapan saling berterima kasih antara ayah ibu mereka untuk kasih sayang yang balas-membalas, dan kopi itu adalah CINTA di dalam GELAS. (Cinta di dalam Gelas, hal : 11)
Powered by Telkomsel BlackBerry®

No comments:

Post a Comment