Saturday, 16 November 2013

Cita-Cita

"Apa cita-citamu???" Saat duduk di bangku SD atau bahkan TK kita sering menjadikan tema ini ketika ngobrol dengan teman sebaya kita.

"Jadi dokter", "Jadi guru", "Jadi Polisi", "Jadi Tentara", "Jadi Pilot", dll... Kebanyakan anak-anak seusia kita pada saat itu akan menjadi itu.

Kemudian apakah, cita-cita yang selalu diobrolkan itu akan terus dibawa hingga kita tumbuh masuk SD, SMP, SMA, hingga kuliah.

Pikiran kita mempunyai jalannya sendiri seiring berjalannya waktu. Tak jarang ketika melihat dokter yang terlihat hebat bisa mengobati orang sakit, kita ingin jadi dokter, lihat guru begitu hebatnya mengajar kita ingin jadi guru, lihat pegawai kantoran di TV yang pekerjaannya terlihat hanya seputar catat mencatat, ingin jadi pegawai kantor. Anak seusia itu tentu bereksploirasi dengan apa yang ada di lingkungannya.

Setelah kita berada pada usia cukup mengerti, cita-cita kita menjadi lebih rasional dan logis. Beberapa cita-cita kita ketika kecil satu persatu terleiminasi, terbentur dengan banyak, menemukan hal baru yang menjadi cita-cita kita, atau keterbatasan meraihnya. Banyak hal hingga kemudian cita-cita itu terpendam, dan belum pasti kapan kita mau bersedia membukanya kembali, atau malah memilih melupakannya, karena terlalu jauh untuk di raih. Entahlah...

Aku dulu juga punya cita-cita ingin melanjutkan study ke PTN favorit sama seperti teman-temanku, karena terbentur ujin yang tak kunjung didapat akhirnya, memilih menyerah (harusnya kau memperjuangkannya kan), tapi ya begitulah jalan hidup. Saat itu mungkin aku belum begitu mengenal kata memperjuangkan lebih keras, dan justru hal itu membuatku menemukan banyak hal, yang mungkin memang tak terlihat, juga sesuatu yang tak dapat diukur, dan hal itu tentu membuatku kembali untuk bisa merenung, betapa menakjubkannya jalan hidup ini. Pada sisi itu ada rasa penyesalan karena tidak mendapat apa yang kita cita-citakan, tapi di sisi itu juga ternyata kita dipertemukan dengan hal yang sangat menakjubkan.

Dan pada akhirnya kita akan menyadari bahwa "tidak ada yang terjadi secara kebetulan dalam hidup ini, semua telah diatur dan ditetapkan".


An_neke

No comments:

Post a Comment