Monday, 16 December 2013

Kalimat Menakjubkan dari Buku "Orang Maiyah, Terang dalam Kegelapan, Kaya dalam Kemiskinan"

"Orang Maiyah adalah orang hidup yang menghidupi kehidupan dengan tuntas menjalaninya, merenunginya, menghayatinya, menangisi, dan menertawakannya." (Hal. 6)

"Kehidupan dan ilmu adalah bulatan tak bertepi, dan setiap titik di permukaannya, di dalamnya, di luarnya atau bagian manapun dari bola tak terhingga itu adalah pintu dan jalan rahasia menuju kesejatian hidup yang Orang Maiyah menyebutnya Alloh." (Hal. 10-11)

".... Melintaslah di jalan mana saja, di pasar, di kampung, engkau akan temukan pintu rahasia itu." (Hal. 11)

"Rasakan sekilas saja usapan angin, pandangan sesaat ke langit, sejenak perhatikan gemuruh air samudera! Atau apapun saja yang seakan-akan remeh: lalat yang terbang melintas, cacing menembus bumi, binatang-binatang melata, tetes air hujan - temukan pintu rahasia cinta Alloh padanya." (Hal. 11)

"Orang Maiyah menemukan ilmu, kesejatian, cinta, kebahagiaan dan Alloh cukup hanya dengan memandang giginya tatkala berkaca yang membuatnya bersyukur Alloh mengambil keputusan untuk tidak membiarkan gigi terus tumbuh." (Hal. 11)

"... Dengan terminologi ikhlas maka saya tidak perlu mengenal terminologi kaya atau miskin, lapang atau sempit. Saya, secara pribadi hanya membutuhkan terminologi ridha. Dengan keikhlasan maka saya merasa cukup, adem, dan ayem..." (Hal. 22)

"... Bahkan hal kecil yang saya pandang remeh pun ternyata pada saat dan waktu yang tepat akan menjadi sesuatu yang sangat mengagumkan..." (Hal. 27)

"... Percayalah, tidak akan pernah terlintas untuk membuatmu menderita, apalagi membuatmu menjadi terlantar. Dan yakinlah, jangan pernah engkau menjadi terjebak hanya karena kekerdilan pikiranmu yang membuatmu menjadi tidak dewasa. Luaskan dan panjangkanlah perjalananmu. Karena kelak ia akan menjadi salah satu dari 'pupuk', yang membuat lunak dan suburnya lahan tempat enngkau bekerja. Menjadikan luasnya cakrawala pengetahuanmu, yang menjadikanmu untuk tidak terburu-buru dan berputus asa." (Hal. 28)


Iftina^_^

No comments:

Post a Comment