Friday, 27 December 2013

Tahlilan (Slametan Orang Meninggal)

Tahlilan, kadang menjadi kontoversi. Ada beberapa pihak yang melarangnya, dan ada juga yang memperbolehkannya.

Beberapa waktu lalu sempet liat perdebatan di fb mengenai tahlilan ini. Oh iya, yang ada dalam bahasan tulisan ini adalah tahlil (Slametan orang meninggal). Dalam arti luasnya tahlil sendiri adalah membaca LAAILAAHAILLALLOH.

Banyak orang yang memperdebatkannya mungkin karena banyak yang melihat dari sudut pandang yang berbeda.

Dari yang memperbolehkan tentu saja, yang pertama ingin mendo'akan orang yang meninggal. Kadang yang jadi pertanyaan itu, kenapa kelurga yang ditinggal justru harus repot ini, masak ini itu untuk acara ini. Oh, iya sebenarnya tahlilan bukan sesuatu yang diwajibkan, jaman Rosululloh dulu juga gak ada. Nah, karena sudah menjadi tradisi maka dalam masyarakat kadang terkesan wajib. Dan kadang embel-embel wajib itu juga disematkan sama sajian untuk para jama'ah, yang sebenarnya cukup semampunya yang punya rumah saja. Hanya kadang masyarakat jaman sekarang pilih2 yang mau datang ke tahlilan aja milih yang makanannya enak (efek liat Islam KTP).

Hmmm... Kembali lagi, kenapa justru keluarga yang ditinggalkan terkesan repot menyiapakan makanan untuk para jama'ah, padahal mereka sedang berduka??? Nah, aku pernah baca begini tentang makanan sajian tahlil ini, ya niat orang yang mengadakan adalah menjamu tamu yang datang ke rumah, dan terlebih tamunya datang dalam sebuh majlis dzikir tahlil, juga niat shodaqoh.

Dari segi tahlilannya sendiri, orang-orang yang berkumpul untuk berdzikir kepada Alloh, jadi apa salahnya???

Dan yang terakhir, meskipun banyak versi pendapat tentang tahlil ini, semoga tidak menjadikan kita semakin adu pendapat. Karena tiap pendapat perlu dihargai, dan juga punya dasar tersendiri tentunya. Jadi, kita kembalikan semua kepada Alloh SWT. Semoga perbedaan-perbedaan kita bisa menjadi rahmat... Aamiin...


Iftina^_^

No comments:

Post a Comment