Friday, 26 December 2014

Sungai, Kali

sumber gambar ilustrasi 


Nonton acara Si Bolang pas scane na banyak sungainya, jadi inga pas masih kecil dulu (masa SD) demen sekali bermain ke sungai atau dalam bahasa di daerahku lebih sering disebut kali. Karena diwanti-wanti orang tua untuk tidak sering-sering ke kali, bahkan terkesan dilarang jika tidak ada temannya, maka akupun jarang ke sungai meski seneng main di sungai. Alasan orang tua melarang memang baik, karena memang sungai di dekat rumah dan membentang hampir di sepajang desaku adalah termasuk sungai besar dan arusnya terkadang tidak terprediksi, harus benar-benar berhati-hati bermain di sana, sebisa mungkin ditemani orang dewasa ketika bermain di kali.
Masa kecil dihabiskan di desa, membuat kisah masa kecilku pun tak sepi dari sungai. Sungai, bermain di sungai menjadi saat bermain yang tak terlupakan. Masih ingat sekali kala itu, aku bersama teman-teman belajar kelompok, semua sepakat untuk belajar kelompok di rumah teman yang deket sungai yang tidak begitu dalam dan cocok untuk bermain.... karena rencananya setelah selesai belajar kelompok aku juga teman-teman akan bermain di kali, berenang bersama, bermain air bersama. Dan benar setelah selesai belajar kelompok aku serta teman-teman langsung ke sungai bermain bersama, dengan berbekal baju ganti juga gedebok (bagian dari pohon pisang) teman-teman menceburkan diri ke dalam air, suasana alam yang begitu memukau pun turut serta menghiasi keceriaanku bersama teman-teman. Suara burung yang bersahutan, gemericik air, garempong dan sayapnya, juga tawa teman-temanku membuat keceriaan siang itu menjadi sangat sempurna.

Dari Buku Motivasi Menulis

If want to write, write and keep writing.
 jika kamu menulis draft pertama, jangan pikirkan hasilnya akan bagus atau tidak. yang lebih penting untukmu adalah terus menulislah.
 kamu tidak akan pernah menuliskan seuah cerita yang sempurna. bahkan jangan pernah sekedar untuk mencobanya pun.
gembiralah
have faith (yakinlah)
 tidak usah beranalisis, menulis ya menulis sajalah.

dari buku Creative Wisdom for Writer by Roland Fisherman.

Thursday, 25 December 2014

(Review Buku) Seribu Tahun Kumenanti by Marga T.



Judul Buku : Seribu Tahun Kumenanti
Penulis : Marga T.
ISBN : 979-511-260-0
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Editor /Penyelaras Kata :
Desain cover : Srianto
Terbit : Desember 2006 (Cetakan ketujuh)
Tebal : 18 cm
312 halaman
Pinjam di Perpustakaan Daerah Kabupaten Jember
Ishtar Hadiz, seorang gadis cantik yang baru lulus dari sekolah menengah, harus menghadapi banyak hal dalam hidupnya sepeninggalan ayahnya yang seorang dokter. Meninggal pasca kebangkruatan kliniknya membuat ayah Ishtar tidak meninggalkan banyak harta untuk keluarganya, karena itulah Ishar dilema saat harus memilih antara ia atau adiknya yang harus melanjutkan kuliah. Tak tega melihat cita-cita adiknya tak kesampaian ia rela melepas tabungan dari ayahnya yang bererti melepas cita-citanya masuk FK.
Masalah tak sampai di situ, ada surat dari Apollo, orang aneh bin misterius yang terus menganggunya.
“Kalau aku tak dapat memiliki dirimu, orang lain pun tak akan bisa!” (Hal.40)
Surat dari seorang psyco itu tentu sangat menganggunya, bahkan si psyco benar-benar merealisasikan ancaman dalam suratnya dengan menusuk paha Ishtar.
Takut terjadi apa-apa dengan putrinya, ibu Ishtar menyarankan Ishtar untuk menikah saja, ibunya yang awalnya menolak Ishtar menikah muda, belakangan malah pengen Ishtar cepat menikah, selain karena surat ancaman juga karena ada orang baik-baik yang melamar Ishtar, seorang dokter muda, anak dari sahabat ayahnya. Karena takut mengecewakan ibunya Ishar mengiyakan saja saran ibunya, setelah semua persiapan pernikahan selesai disiapkan, saat menjelang hari H, Ishtar kabur, menyusul kekasihnya ke Amerika, sekalian ingin melanjutkan kuliah katanya.
Tanpa tahu wajah calon suaminya juga tanpa mempedulikan perasaan sang calon mempelai laki-laki Ishtar pergi begitu saja, meninggalkan banyak masalah yang harusnya ia hadapi di rumahnya. Apakah masalaha selesai setelah Ishar pergi??? Bahagiakah ia di Amerika bersama kekasihnya???
Masalah yang terjadi pada Ishar terus berlanjut saat ia di Amerika, pernikahan sepihaknya yang tetap dilakukan di Indonesia, kekasihnya, Mardi, yang berkhianat, biaya kuliah yang distop oleh bibinya karena suatu hal, sampai suaminya meninggal dan mewariskan banyak harta padanya, yang bisa ia gunakan untuk menyambung hidup serta biaya kuliah di Amerika.
Pulang ke Indonesia sebagai seorang dokter, bekerja di RS tidak berarti Ishtar telah lepas dari masalah-masalah dari masa lalunya, malah pasca kepulangannya, ancaman dari sang Apollo muncul lagi, bahkan Apollo sempat menembaknya hingga membuatnya hampir kehilangan nyawa. Tapi selain masalah-masalah itu, ada sesuatu yang lebih besar, yaitu seseorang yang telah menunggu “seribu tahun lamanya”, menunggu cinta Ishar dengan begitu sabarnya.
“Berapa lama kau di Amerika Ish? Tujuh tahun? Delapan? Sudah berapa lama kau pulang? Setahun lebih, kan? Hampir dua tahun? Tapi bagiku sudah seribu tahun aku menunggumu.” ……..
“Apa kau mau menyuruhku menunggu seribu tahun lagi?”
(Hal. 295)
“Sekarang kau sudah mengalami bagaimana rasanya mencintai seseorang tanpa harapan?”
“Oh, Paul! Jangan diulangi lagi! Seminggu sudah lebih dari cukup!” keluhnya.
“Cuma seminggu?” Bagaimana denganku? Hampir sepuluh tahun aku harus menunggumu! Lima ratus minggu lebih! Dapatkah kau banyangkan bagaimana hidupku waktu itu?”
(Hal. 310)
Jelas sudah bagaiman cinta Paul pada Ishtar, ditinggal minggat ke luar negeri bersama pacarnya pula, dengan alasan untuk melanjutkan kuliah… Paul tetep menunggu, bahkan orang yang ditunggu tidak tahu bahwa ia sedang ditunggu… “mencintai tanpa harapan” begitu kata Paul.
________________________________

Thursday, 4 December 2014

Ketika Ban Sepeda Bocor...

Hari ini memang aku berencana untuk ke pusda, dan beneran rencanya pinjam buku sukses. Setelah proses pencatatan pinjaman buku di petugas pusda, aku dan keponakanku pengen liat bazar buku yang ada di depan pusda, buku yang di jual kisaran harga 5k-30k, hehehe... Meski tergolong murah, aku gak beli, karena belum nemu judul yang pas, apalagi kalau bukunya sudah ada di pusda, ya kan lebih baik minjem ^^.


Cerita hari ini sepertinya memang gak mulus semuanya, ya terbukti dengan dipanggilnya aku saat naik sepeda oleh bapak tukang parkir, dia bilang sepedaku bocor, dan benar ban sepeda bagian belakang kempes. Untung di dekat pusda ada tempat tambal ban, jadi gak terlalu jauh nuntun sepeda.

Sambil nungguin bapaknya selesai nambal iseng-iseng beli cilok di seberang jalan, lumayan buat temen sepi di tengah hiruk pikuk jalanan yang sepertinya gak pernah absen dilewati kendaraan. Jadi ingat lagunya Dewa, "... Di tengah keramaian aku merasa sepi, sendiri memikirkan kamu..." Yeeeee... Tapi mah beda sepinya, kalau kondisi seperti ini sepinya karena gak ada yang mau diomongin, karena ngomongpun akan kalah suaranya sama kendaraan yang lalu lalang. Jadilah merasa sepi.

Jadwal hari ini sepertinya lumayan padat, setelah makan cilok disambi nunggu ban sepeda tertambal, habis ini kalau lancar langsung beli bahan-bahan kue, habis itu masih ada seabreg kegiatan yang harus dilakukan di rumah »» namanya juga macak sibuk (daripada macak males) ^^.


by Ana

Wednesday, 26 November 2014

Sinopsis Jodha Akbar episode 109

Setelah sekian lama tidak menulis tentang Jodha Akbar, akhirnya pengen nulis lagi. Dari episode 80an sampai 100 an jarang nonton karena ngalah dengan si kecil yang suka nonton acara anak di stasiun tv lain, jadilah hanya bisa nonton jika putri kecilku bubuk.

Episode tadi malam begitu menarik, dan aku nonton, jadi pengen buat sinopsisnya

Sinopsis Jodha Akbar Episode 109...


Jodha dimarahi habis-habisan oleh Ratu Hamida, ibunda Jalal, mertuanya, karena menurut gosip yang beredar anak yang dikandungnya bukan anak Jalal, Ratu Hamida menyuruh Jodha segera meninggalkan istana, dan Ratu akan mengabarkan pada semua orang jika Jodha mati jatuh dari gedung atau juga tenggelam di danau, jika benar apa yang digosipkan itu. Ratu Hamida terus mendesak Jodha untuk mengatakan siapa ayah sebenarnya dari bayi yang dikandungnya, Jodha hanya bisa diam, syok.

Sementara di tempat yang lain...

Jalal beserta Ratu Salima mendatangi tabib yang memeriksa Jodha. Jalal menyalahkan tabib itu atas apa yang telah menimpa Jalal juga Jodha, karena pernyataan hamil dari tabib itu telah menimbulkan banyak masalah pada Ratu Jodha juga pasa Jalal. Tabib itu mengatakan bahwa ia telah memeriksa seperti biasanya, dan memang gejala yang dialami Ratu Jodha sama dengan gejala wanita hamil.

Jalal mengatakan bahwa ia sangat yakin Ratu Jodha setia padanya, dan tidak mungkin berbohong, jadi tidak mungkin Ratu Jodha hamil dengan pria lain. Jadi intinya tidak ada seorang pun yang tidur dengan Ratu Jodha, yang berarti bahwa Ratu Jodha gak mungkin hamil. Tabib itu kemudian mengatakan bahwa ada beberapa ramuan yang bisa membuat seseorang yang tidak hamil terlihat mengalami gejala seperti orang hamil, tabib itu pernah menemui kasus serupa, dimana seorang istri yang ditinggal suaminya sengaja dibuat seolah-olah hamil oleh mertuanya, agar anaknya menceraikan istrinya itu. Mungkin, yang terjadi pada Ratu Jodha adalah kasus serupa, dimana ada seseorang yang memberi Ratu Jodha ramuan yang membuatnya tampak dan mengalami gejala-gejala hamil.

Jalal geram bukan main mendengar penjelasan dari tabib itu. Siapa yang tega melakukan hal itu pada Ratu Jodha? Kemudian Jalal meminta penawar ramuan itu pada sang tabib, tabib itu memberikan ramuan pada Jalal dan mengatakan bahwa jika bener Ratu Jodha tidak hamil setelah meminum racun ini beberapa waktu kemudian ia akan memuntahkan cairan berwarna biru. Jadi, dengan penawar itu bisa diketahui kebenaran akan kehamilan Ratu Jodha.

________________________________

Di kamar Jodha...

Jodha masih syok dengan tuduhan ibunya, ia menjawab tuduhan ibunya itu rasa kecewa, bagaiman satu-satunya orang yang paling ia percayai dan ia anggap sebagai ibunya sendiri bisa menuduhnya seperti itu, karena marah Ratu Hamida tetap ingin tahu dan mendesak Jodha untuk mengatakan siapa ayah bayinya.

Saat itu Jalal datang, dan mengakui jika ia lah ayah dari bayi tersebut, ia sengaja mengatakan kalau ia bukan ayah dari bayi tersebut karena ia ingin tahu apa ada orang lain yang bersama Ratu Jodha, tapi sekarang ia tahu bahwa Ratu Jodha tidak selingkuh, dan ia mengakui bahwa ia lah ayah dari bayi itu. (Jalal berbohong demi Jodha, agar tidak dimarahi ibunya, ia melakukan itu agar semua orang tidak menyalahkan Jodha, sampai pelaku yang membuat Ratu Jodha tampak hamil itu tertangkap Jalal akan melakukan apa pun untu Jodha).

Jodha juga Ratu Hamida sangat marah, kenapa hal semacam ini bisa menjadi sebuah permainan bagi Jalal (kalau ini bercanda berarti bercanda kelewatan mungkin begitu), Ratu Hamida mengatakan jika apa yang dilakukan Jalal hampir membuatnya menyalahkan Ratu Jodha yang masih suci, selain itu tidak pantas seorang Raja melakukan kesalahan tersebut. Ratu Jodha marah karena jika benar ayah dari bayinya adalah Jalal itu berarti Jalal telah melanggar janjinya untuk tidak menyentuhnya (pada bagian ini aku bener-bener gregetan sama Jodha, tidak tahukah ia bahwa Jalal memang tidak pernah menyentuhnya tanopa seizinnya, ia mengakui itu untuk menyelamatkan Jodha dari kebencian ibunya juga seluruh orang di kerajaan).

Di kamar Jodha, Maham Anga hanya bisa bengong dengan tingkah laku Jalal, ia tahu benar bahwa Jalal melakukan itu untuk Ratu Jodha, ya Maham Anga tahu Jalal sedang mengorbankan dirinya untuk Ratu Jodha.

____________________________

Jodha sedih di kamarnya pasca pengakuan Jalal itu. Ratu Salima datang dengan membawa Jus yang telah dicampur ramuan penawar untuk Jodha tanpa sepengetahuan Jodha, ia ingin membuat Jodha meminum jus campur ramuan agar penyelidikannya bersama Jalal segera berhasil. Meski awalnya Jodha menolak minum dengan alasan dalam kondisi tidak ingin minum, tapi akhirnya Ratu Salima berhasil juga membuat Jodha minum jus tersebut. Reaksinya tinggal menunggu beberapa jam lagi, dan Ratu Salima meninggalkan Jodha yang sedang menenangkan diri.

_______________________________

Sambil menunggu reaksi ramuan yang sudah diminum Jodha, di kamarnya Ratu Salima memikirkan sesuatu tentang konsipirasi yang membuat semua ini terjadi, ada seseorang yang ingin membangun jarak antara Raja dan Ratu Jodha, tapi siapa? Di tengah lamunannya Ratu Salima dikejutkan dengan kedatangan Salim yang disusul kemudian dengan Ratu Rukaiya.

Ratu Rukaiya menanyakan hal apa yang membuat Jalal malah menemui Ratu Salima dan bukannya ia, Ratu Salima hanya bilang jika ada seseorang yang ingin menjauhkan Ratu Jodha dan Raja dengan adanya gosip dan kejadian ini. Ratu Rukaiya hanya tertawa mencibir, ia mengatakan bahwa untuk apa seseorang menjauhkan mereka toh mereka tidak pernah dekat. Dan gosip ini akan terus berlangsung, bahkan tinggal menunggu waktu sampai rakyat mendengar akan Ratu Jodha yang selingkuh. Ratu Salima agak marah dengan apa yang dikatakan Rukaiya, tidak seharusnya Ratu Utama mengatakan itu, seharusnya Ratu Rukaiya sebagai pemimpin Ratu-Ratu bisa melindungi Ratu Jodha juga.

____________________________

Sambil menunggu reaksi dari ramuan penawar yang diminum Jodha, Jalal merenungkan dan memikirkan kasus ini, saat itu tiba-tiba Ratu Jodha datang, dan marah atas apa yang dilakukan oleh Raja selama ini, ia mengatakan bahwa ia sangat membenci Jalal. Jalal hanya diam saja.

Setelah Jodha pergi, monolog Jalal yang sangat menyentuh, yang sangat menunjukkan betapa ia sangat ingin melindungi Jodha ia katakan, kurang lebih isinya seperti ini, "Untuk pertama kalinya aku berbohong di depan semua orang, aku ingin menlindungimu dari kebencian semua orang Jodha, kebencianmu padaku sudak pasti, dan aku terima..."

Demi Jodha, bahkan Jalal rela dirinya dibenci semua orang, iya yakin Jodha masih suci dan tidak hamil... Jalal keren...


NB: sinopsis ini kupersembahkan untuk lekku tercinta, yang tadi malam gak nontok, Lek Nung, ini untukmu... ^^

by Ana

Thursday, 20 November 2014

Jajanan Pasar » Cenil dan Tiwul

Jajanan pasar ini adalah paling favoritku ^^, latok, cenil, dan tiwul. Saat pagi-pagi ke pasar kalau lagi pengen membeli jajan ini, harganya cukup terjangkau, di desaku bahkan 500 rupiahpun masih dilayani, tapi jika di Jember jangan macem-macem, 1000 rupiah bisa jadi tidak ramah penjualnya, kalau di Jember minimal 2000 rupiah belinya, kurang dari itu seperti kataku siap-siap untuk tidak diramahi, ya namanya juga harga-harga semakin naik seiring harga bbm yang naik. Rakyat biasa hanya bisa berdo'a semoga yang dilakukan pemerintah bisa membuat sesuatu yang lebih baik ke depannya. Aamiin...

Lho, kok kemana-mana bicaranya... Pembahasannya, bukannya tadi mbahas tiwul dan cenil.

Tapi, ya memang hanya itu yang pengen ku tulis, sebagai peramai blog yang sepertinya semakin hari semakin sepi update an tulisan... Sibuk kemana yang punya blog ini??? Hehehe ^^


by Ana

Sunday, 16 November 2014

Sinopsis Jodha Akbar Episode 77

Meski beberapa hari ini jarang posting, tetep ketika ada waktu pengen nulis tentang Jodha, sebagai jejak kalu akau sudah nonton drama kolosal itu... ya mungkin suatu hari nanti bisa ku baca lagi... tapi sinopsisnya akan ku tuliskan berdasarkan ingatanku akan drama itu :) di tv, hasil streaming mungkin akan diposting di postingan dengan judul lain... berikut sinopsis Jodha Akbar hasil aku nonton di antv.




Sinopsis Jodha Akbar episode 77

Jodha bersedih merenungi kesalahannya di sebuah kamar di ujung jalan rahasia menuju kerajaan. sampai ia tertidur di kamar tersebut.

Sementara di tempat lain Jalal memikirkan Jodha dan apa yang terjadi belakangan ini antara dia dan Ratu Jodha. Saat Jalal sibuk dengan lamunannya Maham Anga menghampirinya, memprotes Jalal atas sikapnya untuk tetep mengijinkan Ratu Jodha tinggal di Agra, padahal sebelumnya sudah akan dipilangkan ke Amer, dan jawaban Jalal sangat mencenangkan bagi Maham, Jalal menjawab terlepas dari apapun yang terjadi belakangan ini, Ratu Jodha adalah istrinya, seseorang yang ia nikahi, dan kemudian ia bawa ke Agra, bukan hadiah atau rampasan perang, karena itu Ratu Jodha tetap akan mendapatkan perlakuan dan kenyamanan seperti ratu-ratu lainnya. Jalal juga memberitahu dimana Jodha saat Maham Anga menayakannya. 


---------------------------------------------------

Ratu Rukaiya optimis bahwa dialah yang akan ikut Yang Mulia Raja Jalal ke Ajmer Syarif, karena ia yakin dialah yang akan terkena sinar matahari pertama yang masuk ke istana, ia akan segera menuju ke kamar tempat metahari masuk pertama kali ketika fajar di istana sebelum orang lainnya datang ke kamar tersebut.

Maham Anga yang juga khawatir kalau yang terpilih adalah Ratu Jodha memanggil Ratu Salima, ia menyarankan Ratu untuk datang ke kamar tempat matahari pertama kali masuk ketika fajar agar Ratu Salima yang akan ikut Raja ke Ajmer Syarif. Maham Anga juga memberi tahu bahwa tidak mungkin Ratu Jodha yang terpilih karena saat ini Ratu Jodha berada di sisi barat istana, karena itu ia meminta Ratu Salima untuk datang ke kamar yang dimaksud, tapi Ratu Salima malah menjawab bahwa ia bahkan akan berdo'a emoga Ratu Jodhalah yang akan ikit Yang Mulia ke Ajmer Syarif. 


-----------------------------------------------------------

Saat fajar tiba Ratu Rukaiya beserta Ratu Hamida menuju ke kamar yang mendapat sinar matahai pertama kali (tempat pertama kali matahari masuk ke ista na). Setelah membuka pintu kamar yang terkunci, begitu terkejutnya mereka karena mendapati Ratu Jodha tertidur, dan saat itu juga matahari tiba-tiba masuk menyelinap melalui lubang ventilasi mengenai wajah Ratu Jodha, karena merasa silau Jodha terbangun dan terkejut melihat ibu mertuanya juga Ratu Rukaiya berada di kamar tempat ia dihukum Jalal. Ratu Hamida sangat senang karena yang akan ikut Jalal berdo'a di Ajmer Syarif adalah Jodha.

Jodha awalnya menolak begitu diberitahu bahwa ia terpilih untuk mnemani Jalal, tapi demi kebahagiaan ibunya ia bersedia untuk pergi ke Ajmer Syarif.


----------------------------------------------------------------

Jodha berbincang-bincang dengan Ratu Salima perihal akan ikutnya ia ke Ajmer Syarif, Jodha memberitahu bahwa ia melakukan itu semua untuk mebahagiakan ibu mertuanya Ratu Hamida. Ratu Salima memberi nasehat sebaiknya Jodha memperbaiki niatnya itu bukaan hanya untuk kebahagiaan Ratu Hamida tapi juga tulus dari hati untuk mendo'akan Yang Mulia Raja, karena do'a yang baik adalah do'a yang berasal dari hati. Jodha membenarkan nasehat Ratu Salima tersebut.

Jalal datang setelah Ratu Jodha berbincang-bincang dengan Ratu Salima, seketika Ratu Salima mengundurkan diri, ingin memberi kesempatan Jodha dan Jalal berbicara berdua. sepeninggalan Ratu Salima, Jalal meminta Jodha untuk membatalkan niatnya pergi ke Ajmer Syarif, tapi ternyata Jodha menaolaknya dengan alasan ia bukan hanya melakukan itu untuk menyenangkan ibu mertuanya, tapi juga untuk mendo"akan Raja dari rakyatnya, mengingat ia juga adalah seorang Ratu dari kerajaan Mughal sekarang. Setelah itu Jodha segera berlalu dari hadapan Jalal, ya setelah membuat Jalal sedikit heran akan jawabannya, saat melintas di depan Jalal, Jodha terpeleset dan itu membuat Jalal menangkap tubuhnya, sehingga yang terjadi selanjutnya itu adalah seperti yang terjadi drama-drama. ^^

sekian episode 77 nya....

Sunday, 9 November 2014

Deja Vu atau Apalah Namanya

^^

Deja Vu atau apalah namanya, saat menginjakkan kaki di Madrasah tempatku dulu sekolah begitulah rasanya, merasa masih sangat akrab dengan semua sudutnya, meski beberapa bagaian telah berubah hampir drastis, seperti di belakang kelas dekat sungai, juga beberapa kelas di dekat mushola, banyak berubah, koprasi yang menempati tempat ruang ekskul band, juga lain-lainnya, yang jelas sich tambah bagus saja... ^^


Saat aku dulu sekolah beberapa ruangan masih dalam proses pembangunan, seperti lab dan perpus. Karena beberapa kelas sempat terbawa arus sungai saat musim hujan (itu terjadi ketika aku duduk di bangku SMA, jadi tidak jadi saksi langsung kejadiannya), sekarang perbaikan besar-besaran sedang dilakukan untung menghindari kejadian serupa. Dan sekarang halaman belakang sekolah tampak lebih baik dari jaman pas aku sekolah dulu. Wes intinya Madrasah kita sekarang tambah bagus teman-teman. ^^

Oke, kita cerita lain, tentang deja vu yang kurasakan. Saat duduk di depan kelas, tepat di dekat gerbang, entahlah pikiranku seolah melintasi waktu menuju ke beberapa tahun silam (11an tahun silam), saat menunggu teman-teman pulang sekolah, atau juga menunggu kelas kaligrafi. Meski tidak pernah menjadi kelasku, tapi itu salah satu tempat yang paling aku senengi untuk duduk, saat sekolah, saat reunian, juga saat tadi berkunjung ke sekolah.


Teman-teman tidakkah kalian rindu dengan sekolah kita???? Ku rasa banyak yang merindu, hanya saja rasa rindu itu sedang tenggelam oleh banyak rasa lainnya, rasa penat akan kesibukan, penat akan banyak masalah dalam hidup, dan masih banyak lagi.


Saat kembali ke sekolah (mengunjungi) itu membuatku merasa seakan berada di tengah-tengah saksi sejarah, di mana saat aku menatap tempat-tempat yang aku ingat itu seperti melihat film live kenangan-kenanganku bersama teman-teman akan masa itu, masa-masa sekolah dulu.

Jadi, saat aku atau juga teman-teman merindu masa itu cukup datang langsung ke sekolah, rasakan tiap detak kenangan itu terputar seperti film yang hanya diri kitalah yang tahu persis bagaimana semua itu tersusun menjadi begitu berharaga, menjadi kenangan tak terlupakan dalam hidup kita...

Ditunggu acara reuniannya teman-teman semua ^^

To be continue... (Masih pengen cerita lebih banyak lagi)

by Ana

Friday, 7 November 2014

Bukan Sekedar Sepeda Biasa ^^

Sepedanya sebenarnya sama dengan sepeda-sepeda lain, tapi cerita yang dilalui sepeda ini sangatlah tidak sederhana. Sepeda ini telah memulai karirnya dari jaman suamiku sekolah (tahun 2000an) hingga sekarang adikku sekolah. Jadi jelaslah sepeda ini telah menjadi saksi sejarah para penggunanya ketika sekolah.



by Ana

Saturday, 1 November 2014

Aku dan Bulan Oktober

Bulan Oktober, bulan kemarin, karena saat ini kita telah berada di bulan November, ya tepatnya 1 November 2014 sekarang.

Melihat kembali di bulan kemarin, saat buka blog, nampaklah berapa banyak postinganku di bulan Oktober, 11 postingan saja, sangat sedikit, bahkan kurang dari setengah jumlah postingan di bulan sebelumnya Oktober, November. Dari situ dapat disimpulkan bahwa aku jarang nulis di bulan Oktober kemarin, hmmmm...


Ya semoga di bulan ini, bulan November, bisa lebih sering nulis, juga bisa lebih lancar buat posting tulisan... Aamiin...

Happy Blogging ^^



by Ana

Friday, 31 October 2014

Aku dan Buku "Sepotong Hati yang Baru"

Buku yang sangat menakjubkan menurutku. Aku yang sangat terbiasa membaca cerita yang mudah ditebak ceritanya, tiba-tiba serasa gmn gt saat membaca buku ini, karena memang ceritanya tak tertebak hingga kita mendekati akhir. Dan itu sungguh-sungguh sangat menakjubkan...


Buku "Sepotong Hati yang Baru" ini adalah buku kumpulan cerpen, yang tiap cermen di dalamnya menurutku sangat-sangat sarat akan makna, pesan yang pengen disampaikan penulis sesuai dengan apa yang terjadi belakangan ini di kalangan anak muda, mulai dari galau sampai susah move on.

Meski belum baca keseluruhan ceritanya aku tidak ingin hanya membaca begitu saja, karena itulah aku ingin menuliskan sedikit hal tentang cerpen-cerpen itu (yang telah ku baca).

Dimulai dari cerpen yang pertama, "Hiks, Ku Pikir itu Sungguhan", melalui cerpen ini penulis (Tere Liye) sepertinya bener-bener ingin menekankan bahwa anak muda terutama cewek haruslah membentengi dirinya dari rasa "GR" berlebih, karena terkadang rasa itu bisa berakhir menyakitkan ketika tidak sesuai dengan harapan, "jangan mudah GR" itulah pesan yang disampaikan penulis dalam cerpen pertama di buku ini, ada kata-kata yang sangat menarik dari cerpen ini :

"...Hiks, apa yang pernah ku bilang pada Putri? Makanya siapa suruh GR? Maka saat kebenaran itu datang, ia bagai embun yang terkena sinar matahari. Bagai debu yang disiram air. Musnah sudah semua harapan-harapan palsu itu. Menyisakan kesedihan. Salah siapa? Mau menyalahkan orang lain?" (Hal. 20)

Kata-kata di atas sungguh mampu menjelaskan betapa pentingnya untuk tidak mudah GR atas perlakuan orang lain.

Cerpen kedua, "Kisah Sie-Sie", dari judulnya saja kita sudah tahu bahwa cerpen ketiga ini menceritakan tentang kehidupan Sie-Sie, memperjuangkan hidup juga cintanya, juga kesetiaannya pada suatu pernikahan, dan keyakinan akan kemampuannya memenuhi janjinya pada ibunya. Ini adalah salah satu cerpen yang bikin aku mrebes mili mendekati akhir cerita, banyak hal yang bisa kita ambil dari cerpen kedua di buku ini, karena itu membaca sendiri sangat disarankan.

Cerpen ketiga,"Sepotong Hati yang Baru, cocok dibaca siapa saja, dan terkhusus bagi siapa saja yang belum bisa atau sulit move on. Aku tertarik dengan buku ini salah satu sebabnya selain baca nama penulisnya juga karena tertarik dengan judulnya, "Sepotong Hati yang Baru," bagaimana menyikapi "patah hati" yang ada di buku ini. Berikut cuplikan yang yang sangat menarik menurutku:

"Apakah..., di hatimu masih tersisa namaku," Suara Alysa kalah oleh desau angin. Tertunduk.

Aku mengingit bibir, menggeleng,"Kau tahu, saat itu aku akhirnya menyadari, aku tidak akan pernah bisa melanjutkan hidup dengan hati yang hanya tersisa separuh. Tidak bisa. Hati ini sudah rusak, tidak utuh lagi. Maka aku memutuskan membuat hati yang baru. Ya, hati yang benar-benar baru."(Sepotong Hati yang Baru: Tere Liye, hal. 50)

Nah, dari kutipan itu ada yang bisa kita ambil, yaitu tentang bagaimana move on dari patah hati yang parah, yaitu dengan mengganti hati kita dengan hati yang baru (makna konotasi), yang dalam arti kata lain dengan menutup buku tentang masa lalu dan fokus untuk memulai lagi hal-hal baru pada buku yang masih kosong di depan kita, merefresh hati kita kembali supaya tidak terus berada pada masa lalu.

Ya, begitulah sedikit kata-kata dari ku setelah membaca beberapa cerpen di buku ini. ^^

Lanjut baca lagi...
by Ana

Ngeblog » Posting »»

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Bisa ngeblog lagi, bisa posting tulisan di blog ini lagi, setelah beberapa hal yang penuh keruwetan untuk sampai di sini, hingga pasrah, karena segala jalan telah ditempuh, dan benar ternyata akhirnya bisa.


by Ana

Testing

Testing

by Ana

Nah

Nah kan...
by Anum

Tuesday, 28 October 2014

Jarang Posting

Niat hati pengen nulis sinopsis Jodha Akbar secara terus menerus dari episode yang aku tonton, eh malah ada beberapa episode yang belum aku tulis... Padahal beberapa episode di minggu kemarin sangat-sangatlah menarik.


Semoga ke depan bisa nulis lebih banyak hal lagi.
by Ana

Friday, 17 October 2014

Sinopsis Jodha Akbar Episode 76




Maham Anga pun tak luput dari rasa panik atas hilangnya Ratu Jodha. Ia segera memerintahkan Resam untuk menyuruh siapapun segera menemukan Ratu Jodha. Adham Khan hanya mempertanyakan kenapa ibunya, Maham Anga, bisa begitu panik atas hilangnya Ratu Jodha. Dan Maham Anga marah atas perkataan Adam itu, karena Adham tidak tahu apa-apa sama sekali...


Jalal segera mengerahkan pasukannya untuk mencari Ratu Jodha di seluruh penjuru istana. Ia juga memerintahkan perajurit untuk mencari di luar istana setelah di dalam istana tak menemukan Ratu Jodha.


Jalal memarahi semua pelayan Jodha termasuk Moti, karena bisa-bisanya tidak tahu saat Jodha keluar, Moti pub memint maaf dan bersedia dihukum atas kelalaiannya itu, asalkan saat ini Ratu Jodha cepat di temukan.

Jalal mendapat berita dari pasukan penjaga gerbang istana bahwa Ratu Jodha telah keluar dari istana dengan membawa kuda. Jalal segera mencari keluar istana beserta pasukannya yang menyusul di belakangnya.


____________________________


Maham Anga tahu jika yang telah membertahu Jalal untuk menyelamatkan Ratu Jodha adalah Ratu Rukaiya, segera ia menemui Ratu Rukaiya dan memberitahunya bahwa apa yang telah dilakukakan Ratu adalah salah. Dengan memberitahu Jalal itu berarti bahwa ia menyelamatkan nyawa Jodha, padahal menurut Maham nyawanya akan sebentar lagui tamat. Dan apa yang telah dilakukan Ratu Rukaiya ini pasti akan disesalinya suatu hari nanti, karena menurut Maham kekuatan Ratu Jodha sangatlah besar, terutama untuk membuat Raja jatuh cinta.


Ratu Rukaiya membalas perkataan Maham Anga dengan begitu lantang, bahwa ia tidak takut apapun karena menurutnya ada atau tidak adanya Jodha itu tidak berpengaruh apa-apa pada Jalal, dan lagi Jalal adalah tipe orang yang tidak punya hati, jadi tidak mungkin ia jatuh cinta. Jalal hanya bekerja dengan pikirannya dan Rukaiya lah yang tahu dan bisa mengatur isi pikirannya Jalal. Jadi kekhawatiran Maham tidak beralasan. (Hmmmmmm... Padahal ngliat reaksi dan sikap Jalal selama sudah bisa tahu pelan-pelan ia tertarik pada Jodha, dan tidak ia sadari).


________________________________


Hanya ada 3 cara keluar dari kerajaan di Agra, satu lewat gerbang utama, kedua lewat jalan rahasia yang Jodha bahkan tidak boleh tahu, dan ketiga lewat hutan... Tahu Jodha keluar lewat gerbang utama, segeralah Jalal menyusuri jalan untuk mecari Jodha.


Saat di atas kuda pikiran Jodha masih terus memikirkan keputusan yang akan ia ambil, ia ingat saat ibunya menjelaskan pengorbanan keluarganya untuk hubungan pernikahan Jodha dan Jalal, Jodha juga ingat saat Jalal memberitahunya bahwa ia menikahinya karena amat sangat membencinya. Jodha semakin mantap untuk segera mengakhiri hidupnya, karena ia tidak bisa pulang ke Amer, dan ia merasa tidak bisa terus-terusan hidup di Agra. Segera ia berlari menuju ke sebuah danau, saat itulah Jalal melihatnya dan segera menyusulnya, Jalal menyuruh Jodha untuk mengurungkan niatnya, namun ternyata Jodha tetap menjatuhkan dirinya ke dalam air, Jalal segera ikut masuk untuk menyelamatkan Jodha. Dan Jodha akhirnya gagal bunuh diri.


Jodha marah pada Jalal karena telah menggagalkan niatnya bunuh diri, namun Jalal lebih marah lagi pada Jodha karena merasa Jodha sudah kelewat batas, meski Jalal menikahinya atas dasar kebenciannya yang sangat mendalam pada Jodha, tapi selama ini Jalal selalu mendengar dan menuruti apapun yang Jodha mau, dari memeluk keyakinannya, pulang ke Amer, hingga perayaan warna, dan apa yang telah dilakukan Jodha saat ini benar-benar bisa menjatuhkan harga diri bangsa Mugal, maka dari itu Jalal mencegahnya.


Jalal segera menyuruh Jodha untuk mengikutinya, ia tidak membiarkan Jodha naik kuda sendiri, dan jadilah Jodha naik kuda berduan dengan Jalal, pasukan yang melihatnya jadi lega karena Ratu Jodha telah ditemukan, dan mereka segera kembali ke kerajaan.

Selama dalam perjalanan Jalal dan Jodha menjadi pusat perhatian bagi orang-orang yang melihat mereka berduaan naik kuda, keliahatan romantis. ^^

Jalal ternyata mengajak Jodha ke jalan rahasia menuju kerajaan, supaya orang-orang tidak melihat Jodha masuk ke istana (agar tidak menjadi pembicaraan orang banyak).

______________________________


Di kerajaan Ratu Hamida beserta keluarga kerajaan lainnya berharap-harap cemas menanti kabar pencarian Ratu Jodha, saat melihat Jalal datang sendirian semua bertanya-tanya dimana Ratu Jodha dan Jalal hanya menjawab jika ia berada di tempat yang aman, ia pergi tanpa izin dan karena itu ia sekarang sendirian di suatu tempat, itu sebagai hukumannya. Moti, pelayan Jodha, sempat menangis karena apa yang terjadi pada Jodha adalah kesalahannya, ia merasa menyesal, melihat itu Jalal memberitahu Moti bahwa Jodha baik-baik saja, hanya mungkin besok baru Jodha akan menemuinya, tidak sekarang.


______________________________


Hari itu juga ada seorang wali yang datang ke kerajaan dan memang Ratu Hamida ingin menanyakan beberapa hal pada Wali itu. Wali itu berkata jika akan terjadi sesuatu yang buruk beberapa hari ke depan terhadap Yang Mulia Raja, dan karenanya Yang Mulia harus berdo'a dengan mengajak seorang ratunya untuk berdo'a, dan ratu itu adalah ratu yang pertama kali terkena sinar matahari esok pagi. Rukaiya yang mendengar pembicaraan Wali itu dengan ibu mertuanya serta merta merasa senang karena pasti dialah yang akan diajak Jalal untuk berdo'a.


Bersambung...

Catatan: sinopsis ini kubuat dengan susunan bahasaku sendiri, jadi mungkin beberapa gak plek sama persis dengan di tv... Terutama menyangkut percakapan... ^^

Sinopsis Jodha Akbar Episode 75



Pada episode ini agak ketinggalan di awal-awal, nungguin anak nonton acara kesayangannya ^^ di chanel lain. Jadilah, aku gak nonton adegan waktu Adham Khan memarahi istrinya gara-gara membela Ratu Jodha.

.......................


Ratu Maina Wati, Ibu kandung Jodha, akhirnya tiba di Agra. Hal itu menjadi pertanyaan bagi Ratu Hamida, ibu Jalal juga bibi-bibinya, karena tidak mungkin karena alasan kesalahan Sang Ratu datang, berita tentang kesalahan Jodha di perayaan warna baru disampaikan ke Amer kemarin (perjalanan Amer ke Agra memakan waktu 3 hari). Pasti ada masalah yang lebih penting dari masalah perayaan di festival warna begitu tebakan Ratu Hamida juga bibi-bibi Jalal, dan semua itu akan diketahui kebenarannya saat di pengadilan.


-----------------------------------

Saat di pengadilan Jalal menyampaikan bahwa Jodha akan ia kembalikan ke Amer, mendengar keputusan Jalal, Ibu Jodha, Ratu Maina Wati sangat terkejut, ia khusus datang ke Agra untuk membicarakan masalah ini (meski dalam tradisi seorang ibu mertua dilarang datang ke rumah menantu laki-lakinya, Ratu Maina wati datang dengan melanggar tradisi untuk masalah ini), ia memohon kepada Jalal agar membatalkan keputusannya itu karena dalam tradisi di kerajaannya seorang wanita yang telah menikah tidak boleh meninggalkan rumah suaminya, jika meninggalkan rumah/ dikembalikan ke rumah orang tuanya itu merupakan hal yang sangat tidak baik jika alasannya karena masalah yang disebabkan oleh Jodha, yang mungkin masih bisa diselesaikan/ dibicarakan kembali dengan Jalal (masalah suami istri).


Ketika itu Jalal menjawab bahwa keputusan ini tidak diambilnya sendiri melainkan atas permintaan Ratu Jodha sendiri. Ratu Maina Wati semakin terkejut, ia memarahi Jodha, pengorbanan Jodha dan keluarganya atas hubungan Jodha dan Jalal sangatlah besar, ayahnya rela dihina dan dijauhi kerjaaan-kerajaan di Rajpur, selain itu Sukania, adiknya pun rela kehilangan calon suaminya, dan lagi jika Jodha benar-benar dipulangkan ke Amer kedua adik perempuannya juga akan kena imbasnya, mereka akan lebih sulit untuk menikah. Dan lagi setelah menikah rumah Jodha adalah di Agra, tempat suaminya berada, "... Aku menikahkanmu di Amer, dan aku berharap engkau mati di Agra," sedikit isi nasehat Ratu Mainawati pada Jodha.



Ratu Maina Wati memohon supaya Jalal membatalkan pemulangan Jodha, melihat ibunya memohon pada Raja Jalal, Jodha jadi semakin sedih, dan dengan sedih Jodha memberitahu pada ibunya bahwa ia tidak akan pulang ke Amer, ia akan memenuhi keinginan ibunya untuk tetap berada di Agra.


______________________________

Di kamarnya Jodha sangat sedih, hingga ia pun tidak memperkenankan Moti, pelayan setianya menemaninya. Ia ingin merenungi takdirnya sendiri.

Saat kesedihannya itu ia dilema, bahkan ada 2 bayangannya yang memberikan pendapat yang berbeda, satu bayangannya meminta Jodha tetap di Agra, dan yang lain memintanya pergi ke Amer meninggalkan Agra, Jodha sangat dilema, di satu sisi ia ingin pulang ke Amer, karena di Agra ia tidak merasa nyaman, namun di sisi lain ibunya menyuruhnya tetap di Agra, tidak diperbolehkan pulang dengan keadaan bermasalah dengan suaminya.


Di kamar Ratu Hamida, Ratu Maina Wati, ibu Jodha, meminta maaf atas kesalahan yang telah dilakukan Jodha. Ia merasa keputusan Jodha meminta suaminya memulangkannya tidak tepat, karena saat suami istri mempunyai masalah haruslah diselesaikan baik-baik, ia menolak kepulangan Jodha karena dalam menyikapi masalah yang terjadi pada anak yang telah berkeluarga, orang tua hendaknya tidak ikut campur. Ratu Hamida pun berterima kasih pada Ratu Maina Wati karena telah meminta Jodha untuk tetap tinggal, ia juga meminta Ratu Maina Wati tidak khawatir terhadap Jodha karena Ratu Hamida sebagai ibunya (ibu mertuanya) di Agra akan selalu ada untuknya. Ratu Maina Wati merasa bersyukur karena Jodha memiliki ibu mertua yang sangat baik. Dan setelah itu ia berpamitan untuk pulang.

_________________________________


Ratu Hamida ingin menemui Jodha untuk menyampaikan padanya jika ibunya telah pulang ke Amer, dan karena suatu alasan tidak bisa bermitan pada Jodha, tapi di kamar Jodha hal yang mengejutkan terjadi, Jodha hilang...


Seketika seluruh istana heboh atas menghilangnya Ratu Jodha, Jalal pun terkejut, ia segera meminta seluruh pasukannya untuk mencari Jodha, ia seperti kuwalahan atas apa yang dilakukan oleh Jodha, dengan menghilang/kabur Ratu Jodha berarti berani untuk tidak patuh pada peraturan di Agra, dan karena itu Jalal geram.


Saat Jalal mendatangi Ratu Rukaiya, Ratu Rukaiya hanya tertawa melihat rasa geramnya Jalal, dan ia pun memberitahu Jalal bahwa seorang wanita yang mempunyai masalah seperti Ratu Jodha tak akan takut untuk melakukan bunuh diri, dan tradisi yang ada di kerajaan Jodha untuk melindungi keh ormatannya seseorang akan rela melakukan apa saja termasuk mati. Jalal terkejut mendengar penjelasan dari Ratu Rukaiya.


Bersambung...


Catatan: sinopsis ini kubuat dengan susunan bahasaku sendiri, jadi mungkin beberapa gak plek sama persis dengan di tv... Terutama menyangkut percakapan... ^^

  

Thursday, 16 October 2014

lho...

Setelah berkali-kali ku edit postingan sinopsis di posting sebelumnya,
tetep saja susahnya minta dibelikan bakwan (eh ada bakwan lewat...
Bikin ngiler saat pengen diet » macak lagi diet :D), yang jelas
lumanya bikin tangan kriting, hampir sama kyak pas ngetik proses
pengeditannya (lebay bangeeet... Padahal dikit nulisnya ^^).

Dan ketika setelah selesai diedit hasilnya sami mawon, podho wae,
dalam Bahasa Indonesianya sama saja, tidak ada perubahan, dimana spasi
berada pada tempat yang tidak pas. Harap maklum, karena lagi-lagi
akses email belum didapat secara full, ^^.

Saking pengennya nulis, jadilah tulisan, meski gak da fotonya,
pengaturan yang amburadul... Tetep seneng... Bisa kembali posting :)

Sinopsis Jodha Akbar Episode 74



Terakhir posting sinopsis Jodha Akbar adalah sinopsis episode 62, dan sekarang pengen nulis langsung yang episode 74, itu berarti ada 12 episode yang gak (mungkin belum) ku posting di blog ini. ^^

--------------------------------------

Atas izin Jalal dan ibu mertuanya Jodha merasa lega karena bisa merayakan festival warna bersama dengan gadis-gadis di istana yang mempunyai kepercayaan yang sama dengannya.


Maham Anga yang memang sangat tidak suka dengan Ratu Jodha berusaha mencegah sebisa mungkin terjadinya perayaan itu. Salah satu cara yang ia gunakan adalah dengan tidak memberi libur kepada para pelayan yang akan merayakannya bersama Jodha.

Para pelayan menjadi sangat khawatir akan perayaan itu karena sepertinya Maham Anga tidak menyukai perayaan itu dirayakan oleh Ratu Jodha. Tetapi Ratu Jodha mengatakan kepada mereka tidak perlu takut, karena Raja sendirilah yang telah memberikan izin padanya, dan para pelayan pun setuju untuk turut serta merayakannya bersama Ratu Jodha.


...........................................


Saat perayaan pun tiba, dengan berbagai warna yang telah disiapkan Jodha juga para pelayannya bersiap saling menghias wajah dengan serbuk warna, saat Ratu Jodha akan melempar serbuk warna ke salah seorang pelayannya, tiba-tiba serbuk warna itu mengenai Maham Anga yang sedang lewat, tanpa berkata apa-apa Maham Anga pergi meninggalkan Jodha.


"Ratu, sepertinya ini pertanda buruk, bahkan Maham Anga tidak mengatakan sepatah katapun, ini lebih dari sekedar marah," kata salah satu pelayan.

Di tempat lain (baca: kamarnya) Maham Anga langsung melihat dirinya di depan kaca, bagaimana penampilannya yang memakai baju serba putih kini menjadi serba merah karena terkena serbuk warna itu, ia sangat sangat marah dan meminta Resam, pelanyan setianya, untuk memberitahu Raja Jalal atas apa yang telah menimpanya.


Jalal sedang berdikusi dengan pemuka agama tentang masalah toleransi agama, tentang bagaimana seseorang yang berbeda agama untuk alasan apapun dilarang melukai keyakinan agama lain. Saat itu Resam datang, dan dengan terbata-bata menjelaskan atas apa yang terjadi pada Maham Anga.


Jalal marah besar dan langsung melihat kondisi bibinya tercinta, Maham Anga, di kamarnya. Dengan (sangat lebai menurutku) kemarah Maham Anga, mengatakan sangat terluka atas apa yang telah dilakukan oleh Ratu Jodha, bagaimanapun setelah kematian suaminya ia tidak pernah sekalipun memakai baju berwarna, dan hanya memakai pakaian putih saja, dan kini pakaian itu telah kotor karena Ratu Jodha.


Dengan Geram Jalal mendatangi Jodha di kamarnya. Jodha dimarahi habis-habisan oleh Jalal, Jalal memang memeberikan ijin atas festival warna ini adalah untuk hadiah bagi Jodha sebelum Jodha meninggalkan Agra, tapi apa yang telah dilakukan Jodha sudah sangat melewati batas, dengan sengaja ataupun tidak warna yang ia lemparkan mengenai Maham Anga, yang artinya seperti tidak menghormati keyakinan Maham Anga, keyakinan sebagian besar penduduk Agra, Jodha meminta maaf atas itu semua, ia juga merasa bersalah meski itu tidak sengaja, dan dia bersedia untuk dihukum apa saja atas kesalahannya itu.

Jalal akan segera memutuskan hukuman untuk Jodha di depan pengadilan, dan orang dari Amer pun harus tahu akan masalah ini.


Menanti waktu keputusan dari Jalal Jodha melamun di kamarnya, dan saat itu juga Maham Anga masih dengan kemarahannya masuk dan memberi tahu Ratu Jodha bahwa yang akan datang ke Agra dari Amer (kerajaannya Jodha) adalah ibunya sendiri, dan Ibunya Jodhalah (Ratu Maina Wati) yang akan memutuskan hukuman yang pantas untuk Jodha, supaya hukuman untuk Jodha sesuai dengan tradisi kerajaannya yang ia pegang kuat selama ini.



Bersambung...


Nantikan lanjutannya nanti malam jam setenga sembilan malam (pukul 20.30 WIB) di antv. ^^





Tuesday, 7 October 2014

Posting oh Posting

Bener-bener baru nyadar kalau postingan blogku di bulan oktober hanya satu judul, "Senyum ^^", isinya pun hanya satu kata, hmmmm... Kelihatan sekali jika si empunya blog sedang dilanda writer's block, terlepas penyebabnya dari diri sendiri atau dari luar tetep kondisi itu sunggung sangat tidak mengenakkan, karena bener-bener kehabisan ide untuk ngisi blog ini (padahal dari dulu isinya biasa-biasa saja ^^), mungkin ke depan isi postingan adalah tulisan yang memang dibuat untuk menghalau writer's block.



by Anum

Tuesday, 30 September 2014

Sinopis Jodha Akbar Episode 62

Berita kemenangan Jalal sudah tersebar, juga berita tentang terlukanya Bhagwandas kakak Jodha, serta berita gugurnya pangeran Sujanpur, calon adik ipar Jodha, Jodha merasa sedih mendengarnya.

Saat tiba di Agra, Jalal disambut oleh rakyat juga seluruh penghuni istana. Ratu Hamida sadih melihat luka-luka di tubuh Jalal, tapi Jalal malah merasa bangga dengan luka-luka itu, karena mendapatkan luka dalam perang adalah hal yang biasa. Ratu Hamida juga sedih melihat saudara Jodha terluka, dan ia segera memanggil tabib istana untuk mengobati Jalal juga kakak Jodha. Jodha hanya bisa melihat itu semua dari kamar tempat ia ditahan, karena memang ia tidak bisa meninggalkan kamarnya tanpa ijin dan perintah Jalal.

...............................

Jodha mendatangi kakaknya yang sedang terluka, ia sangat bersedih, dan merasa itu semua adalah karena kesalahannya karena dulu ia setuju untuk menikah dengan Jalal, dan semua jadi seperti sekarang, kakaknya terluka dalam perang, juga adiknya batal menikah, karena calon suaminya gugur dalam peperangan, padahal sangat sulit mencari calon pengantin untuk putri Amer pasca Jodha menikah dengan Jalal (banyak kerajaan yang membenci Amer karena telah mau menjadi bagian dari kerjaan Mugal). Jodha menyalahkan Jalal, karena telah membunuh calon suami adiknya, tapi Bhagwandas malah bilang bahwa bukan Jalal yang membunuh pangeran Sujanpur, tapi ia memang gugur dalam pertempuran.

Saking sakit hatinya, bahkan Jodha mau mengutuk Jalal, tapi dicegah oleh kakaknya, karena seorang istri tidak boleh mengutuk suaminya dalam keadaan apapun, itu adalah tradisi keluarga Jodha. Karena merasa tidak bisa berbuat apa-apa untuk melindungi keluarganya, sampai keluarganya mengalami banyak penderitaan karena Jalal, akhirnya Jodha menemui Jalal.

.......................

Jodha pergi ke kamar Jalal tanpa sepengetahuan pengawal. Ia menemui jalal saat Jalal sedang mandi, dengan marah Jalal menghampiri Jodha, menanyai ada hal penting apa yang membuat Jodha berani menentang perintahnya untuk tidak keluar dari kamar. Tiba-tiba Jodha berbohong pada Jalal dengan mengakui pada Jalal kalau ia yang telah melakukan kejahatan sehingga membuat Ratu keguguran, karena ia
tidak ingin ada Ratu yang lebih berkuasa darinya, ia juga mengakui kalau itu semua hanya dia yang melakukakannya ayah atau saudaranya tidak ikut andil dalam konspirasi itu, karena itu Jodha meminta Jalal untuk segera membunuhnya, Jalal sangat marah dan segera mengambil pedang untuk dihunus pada Jodha, saat itu tiba-tiba Ratu Rukaiya menghalanginya hingga tangannya terluka karena memagang pedang itu, Ratu Rukaiya mengatakan bahwa tidak sepantasnya seorang wanita mendapat hukuman yang seperti itu, terlebih jika ia tidak bersalah. Jalal kaget, bukankah barusan Ratu Jodha sendiri yang mengakui kalau dia yang telah melakukakn kejahatan itu.

"Saat engkau berperang aku telah menyelidiki kasus ini dan menemukan bukti yang menunjukkan kalau pelakunya bukan Ratu Jodha, aku tidak tahu kenapa Ratu Jodha berbohong padamu, ia pasti memiliki alasan," karena Ratu Rukaiya ingin membicarakan masalah itu berdua saja dengan Jalal, Jodha meninggalkan kamar Jalal.

Rukaiya memberitahu pada Jalal bahwa kotak yang berisi racun yang telah membuatnya keguguran ditemukan di kamar Ratu Salima, istri Jalal yang lain. Rukaiya juga mengatakan bahwa banyak motif yang bisa menjadi alasan Ratu Salima melakukan itu, karena balas dendam atas kematian suaminya, atau ingin anaknya menjadi penerus Jalal jika Jalal tidak memiliki anak. Jalal terkejut, yang jelas bukan Ratu Jodha pelakunya kata Rukaiya, dan Ratu Jodha telah melakukan kebohongan di depan Jalal dengan mengakui kejahatan yang tidak dilakukannya, Jalal marah, dan segera menemui Jodha di kamarnya.

...........................

Di kamar Jodha masih penasaran kenapa Ratu Rukaiya yang selama ini sering menunjukkan kebencian padanya menolongnya saat Jalal akan menghukumnya dengan pedangnya.

Tidak lama setelah itu Jalal tiba di kamar Jodha, dengan kemarahan Jalal menemui Jodha, Jalal berkata beraninya seseorang berbohong dengan Raja Jalal, dengan tegas Jodha menjawab kalau ia memang berbohong. Karena memang selama ini ia merasa hidupnya sudah menjadi permainan Jalal, bagaimana bisa seorang istri ditahan di rumah suaminya sendiri, penderitaan apa yang paling menyakitkan selain itu. Jalal seperti diingatkan atas segala perlakuaannya pada Jodha selama ini, meskipun ia menikah dengan Jodha atas dasar rasa benci, tidak seharusnya ia bersikap begitu pada pada Jodha, karena bagaimanapun ia punya tanggung jawab untuk memperlakukan Jodha sebagai seorang istri.

Bersambung...

Sumber gambar: jadiblog.com

by Anum

Sinopis Jodha Akbar Episode 61

Entah, beberapa hari ini tidak begitu bersemangat nulis ceritanya Jodha, bukan sudah gak seneng (karena masih sangat seneng browsing kalau ada kuota nganggur), tapi memang sekarang sedang berada pada episode-episode yang penuh dengan kebencian dan ketidakpercayaannya Jalal pada Jodha dan keluarganya, rasanya berat hati orang-orang baik diperlakukan begitu.


Tapi, nulis ini sebenarnya sebagai sarana belajar nulis, juga mengabadikan cerita drama yang aku sukai jadi memang harus tetep nulis, ya itung-itung untuk proyek nulis diri sendiri. Meski banyak kekurangan di sana-sini, tetep seneng dan enjoy nulis ini.

...............................


Sinopsis Jodha Akbar episode 61

Awal-awal gak nonton karena ada sedikit kendala teknis. Kalau dari streaming nonton » Ratu Rukaiya menemui laki-laki pembuat kotak, yang dipakai untuk wadah bahan yang mebuat Ratu keguguran, dan memintanya untuk memberitahu ciri-ciri orang yang membeli kotak darinya, ia hanya menjawab kalau orang itu memakai cadar. Dan penyelidikan berlanjut.

............................................

Berikut yang dari nonton di tv


Jalal bersama prajurut juga kakak-kakak Jodha berangkat ke Sujanpur, saat istirahat di perjalanan Jalal tiba-tiba diserang oleh prajurit Sujanpur, dalam kondisi belum siap Jalal sempat terdesak, hingga hampir terbunuh, tapi di saat-saat itu kakak-kakak Jodha menyelamatkan Jalal dari prajurit Sujanpur (padahal sebelumnya mereka dituduh telah bekerja sama dengan prajurit Sujanpur untuk penyerangan tiba-tiba itu, sekarang terbukti bahwa mereka benar-benar setia dan benar-benar melindungi Jalal). Kakak Jodha Bhagwandas bahkan menjadikan dirinya tameng saat ada anak panah yang ditujukan untuk Jalal, Bhagwandas terluka. "Kenapa kau melakukan ini." Tanya Jalal, "karena engkau adalah suami dari saudariku, sudah menjadi kewajiban kami untuk melindungimu."


Dengan tenaga dan pasukan yang kalah jumlah dengan pasukan Sujanpur Jalal tetap maju, ia yakin masih tetap bisa menang, beberapa prajurit Jalal bahkan gugur, saat di tengah perang Jalal kehausan, karena memang sebelumnya tanpa persiapan, tapi kakak Jodha Bhagwandas mengambilkannya air untuk minum, sekilas Jalal teringat perlakuannya yang tidak baik pada Bhagwandas saat menuduhnya sebagai pelaku kejahatan terhadap calon anaknya, dan kini saat perang Bhagwandas menunjukkan hal yang sebaliknya, Jalal bahkan mendapat balasan kebaikan yang tak pernah disangkanya.


Di medan perang pasukan Jalal akhirnya bisa mengalahkan pasukan dari kerajaan Sujanpur, bahkan pangeran Sujanpur yang akan menjadi suami Sukania, adik Jodha, pun gugur.

Di perjalalan pulang menuju Agra Jalal menjadi dilema, ia menjadi ragu menuduh Bhagwandas sebagai bagian dari konspirasi atas gugurnya calon bayinya, karena melihat bagaimana Bhagwandas juga saudara-saudara Jodha yang lain begitu setia padanya. Tapi, di sisi lain ia tidak punya bukti untuk tidak menuduh Bhagwandas.


Bersambung...


Sumber gambar: buken.org


by Anum

Monday, 29 September 2014

Lagu "That Women" di Malam ini

Serial drama secret garden kembali tayang di salah satu tv swasta Indonesia... ^^para penggemarnya pasti seneng banget (khusus bagi yang bisa nonton via tv), yang sudah punya DVD ato juga sering sambang (berkunjung) ke youtube mah sepertinya gak ngaruh sama yang disukai tayang di tv atau tidak. ^^


Meski aku gak nonton di tv (jarang, karena memang sangat sibuk » macak sibuk ^^), tapi tayangnya drama itu membuatku mengingat kembali saat aku sangat seneng banget nonton drama itu, sekitar setahun yang lalu aku nonton berkali-kali sampai hafal, Jo Won akan berjalan kemana, setelah adagan ini apa, Ra Im akan kemana setelah adegan ini, dll...


Drama ini pernah menjadi favoritku karena kisah cinta Jo Won dengan Ra Im yang tidak biasa, pertemuan yang tidak sengaja, dan takdir yang membuat mereka saling mengenal satu sama lain. Bagaimana seseorang yang awalnya tidak saling mengenal, bisa menjadi bagian dari satu sama lain...


Mendengar lagunya Baek Ji Young, That Woman, selalu ingat scane-scane drama yang sangat apik, karena lagu ini sering sekali jadi backsound scane-scane yang sangat berkesan...


Kangen "Secret Garden" kalau gini... Mendengarkan lagunya lumayan terobati ^^


by Anum

Saturday, 27 September 2014

Sinopsis Jodha Akbar Episode 60

Jalal mendatangi Ratu Rukaiya untuk memberitahu bahwa ia telah melakukan suatu hal yang pasti akan menyiksa dan menyakiti hati Jodha.

"Kenapa Kau menikahinya Jalal, jika kau sangat membencinya." Tanya Rukaiya setelah tahu Jalal membuat Jodha sedih karena memutuskan untuk berperang dengan kerajaan Sujanpur, Kerajaan yang menerima pinangan Sukaniya, adiknya Jodha.

"Karena Jodha adalah keinginanaku, setelah mendapatkannya itu berarti aku telah mendapatkan apa yang telah kuinginkan." (Parah mah Jalal, hidup orang kok jadi mainan, awas kena karma, jatuh cinta setengah mati sama Jodha nanti ^^)

...........................


Jalal mendatangi Jodha dan memberitahunya akan mengajak saudaranya dalam memerangi Sujanpur. Jodha sangat marah dengan Jalal, karena hal tersebut pasti sangat melukai hati ayahnya.


"Penderitaan apa yang paling menyakitkan bagi seorang ayah, selain menyaksikan putrinya batal menikah, kenapa kau lakukan itu padaku." Ratu Jodha meluapkan kemarahnnya pada Jalal, " Jika ingin melampiasakn dendammu maka silahkan lampiaskan saja padaku, jangan pada ayahku."


Jalal masih saja menyangka jika Jodhalah yang telah telah menyebabkan calon bayinya mati, jadi Jodha pantas menerima itu semua. Jalal ingin Jodha juga saudaranya merasakan rasa kehilangan juga kesedihan seperti yang mereka rasakan.


.........................................


Hari keberangkatan ke Sujanpur pun tiba, Jodha berpamitan pada ibunya, dan ibunya memintanya untuk terlebih dulu meminta do'a kepada istrinya Jodha, karena adat orang Rajpur biasanya sebelum berperang selalu mendo'akan kemenangan untuk suaminya. Jalal pun setuju dan sangat senang karena dengan begitu hati Jodha pasti akan tambah sakit.


Ayah Jodha berpesan kepada putra-putranya, kakak-kakak Jodha, supaya di dalam peperangan bisa terus melindungi Raja Jalal, karena Raja Jalal bukan hanya seorang raja, tapi ia juga adalah menantunya. Kakak-kakak Jodha berjanji pada ayahnya untuk melindungi Jalal di sana. (Betapa baik hatinya Jodha, ayah, serta saudaranya-saudaranya, diperlakukan dengan tidak baik di Agra pun tetep baik sama Jalal, tidak dendam, dll, hanya memang sedikit kecewa)


........................................


Jodha diijinkan keluar dari kamar tempat ia ditahan untuk mendo'akan Jalal sebelum ia berangkat perang. Jodha sempat ragu (karena masih kepikiran hati ayahnya, yang pasti paling sakit atas ini semua, perang dengan calon besannya). Tapi, ayahnya malah bilang, "sebagai seorang istri, engkau harus selalu mendukung keputusan yang diambil oleh suamimu." Dan akhirnya Jodha bersedia mendo'akan Jalal, "semoga engkau mendapat kemenangan, semoga engkau pulang dengan membawa kemenangan."


..............................


Episode ini ditutup dengan pertemuan Ratu Rukaiya dengan seorang pengrajin kotak, yang biasanya dipakai untuk tempat benda-benda berharga, pengrajin ini menemui ratu karena ia merasa kalau kotak yang ia buatlah yang dipakai untuk tempat racun yang diminum Ratu Rukaiya.(mungkin dari sini titik terang siapa pelaku sebenarnya akan bisa terungkap... Semoga...)


Bersambung....


by Anum

Sinopsis Jodha Akbar Episode 59

Ratu Rukaiya meminta semua orang di istana wanita untuk juga menyiapkan bukti bahwa mereka tidak bersalah, artinya semua orang akan dicurigai sebagai pelaku yang telah meracuni Ratu, bukan hanya Ratu Jodha. Jadi, penyelidikan dalam waktu 10 hari harus benar-benar berhasil menemukan pelaku yang sebenarnya.


......................

Raja Jalal menerima laporan bahwa ada rakyatnya yang diganggu oleh perampok hingga harus kehilangan anaknya (anaknya dibunuh oleh perampok itu). Merasakan kesedihan yang sama Jalal benar-benar ingin rakyatnya itu mendapatkan keadilan dengan menghukum perampok yang menyerangnya yang ternyata sarangnya ada di wilayah kerajaan Sujanpur, kerajaan yang akan melakukan pernikahan dengan adik Jodha, Sukania.


Raja Jalal menawari Raja Barmal untuk turut serta berperang, dan itu artinya Raja Barmal ada dalam dilema besar, membantu Jalal (menantunya) menyerang Sujanpur, yang berarti pernikahan putrinya batal. Atau tidak membantu Jalal, yang berarti melawan Jalal.


bersambung...

by Anum

Sinopsis Jodha Akbar Episode 58

Ayah Jodha, Raja Barmal datang ke Agra untuk menyampaikan kabar pernikahan anak perempuannya, Sukania, adik Jodha. Tapi alangkah terkejutnya ia saat tahu bahwa di Agra putrinya juga putra-putranya ditahan karena dituduh telah meracuni Ratu Rukaiya hingga keguguran.

Di episode ini Jalal benar-benar pengen melihat Jodha serta keluarganya tersiksa secara mental. Ayahnya pasti sangat menderita melihat anak-anaknya dihukum/ditahan. Dan yang paling menderita tentulah Jodha, yang tahu Jalal melakukan itu semua untuk melampiasakan kebencian juga dendamnya pada Jodha.


by Anum

Thursday, 25 September 2014

Es Dawet Ayu, Segernyooooo ^^

Cerita panjang ini bermula dari Bu Tini, tetangga dekat yang kemarin sore tiba-tiba datang dengan kejutan, tape ketan ^^. Dimanapun tape ketan pasangan yang paling cocok ya es dawet, es dawet ayu terlezat lah kalau dipasangin sama tuh tape ketan.


Jadilah sore itu keponakanku nyari es dawet, setelah menunggu, es dawet datang, batapa senang hatiku, langsung siap menyantap dan menikmati segernya es dawet yang dipadukan tape ketan, begitu bayangnku ^^. Tapi, ternyata kecewa yang ku dapat (sok puitis), karena es dawetnya bermasalah dengan rasanya, rasanya kecut (asem) yang menandakan kalau santannya mungkin sudah gak layak dimakan, kelamaan dari proses buatnya. Jadilah batal makan es dawet :(.

Siang ini usaha untuk menemukan es dawet yang maknyus berlanjut. Membeli di tempat biasa beli, meski lumayan jauh. Dan akhirnya bener-bener bisa menikmati es dawet ayu dan tape ketan, hmmmmm.... Segernyoooooo....



by Anum

Wednesday, 24 September 2014

Sinopsis Jodha Akbar Episode 57


Jalal akhirnya memutuskan untuk memberikan waktu pada Jodha dan saudaranya untuk memebuktikan bahwa mereka tidak bersalah, setelah sebelumnya diberi masukan oleh Ibunya juga penasehatnya, rasanya tidak adil seseorang dihukum tanpa pembelaan. Jodha dan saudaranya diberi waktu 10 hari, dan jika dalam 10 hari itu mereka tidak dapat membuktikan tuduhan terhadap mereka, maka mereka dianggap bersalah, dan Jalal akan membakar hidup-hidup jika terbukti mereka benar-benar bersalah.

...........................
Jalal masuk ke dalam kamar Ratu Rukaiya, dan meluapkan kekesalannya kenapa Ratu juga mendukung untuk memberikan waktu pada Jodha dan saudara-saudaranya, padahal Jalal sudah sangat yakin kalau mereka pelakunya.
Ratu Rukaiya ternyata mempunyai alasan tersendiri kenapa ia ingin masalah ini benar-benar diselediki lebih jauh. Ratu Rukaiya ingin benar-benar mengetahui siapa pelaku di balik konspirasi ini, karena sepertinya memang bukan Ratu Jodha pelakunya, karena sepertinya pelakunya benar-benar ingin Raja mugal tidak memiliki penerus, bahkan sebelum-sebelumnya pun sepertinya ada yang membuat istri-istri Jalal sulit mempunyai keturunan. Jadi, pelaku yang sebenarnya harus segera ditemukan dan diberi hukuman yang seberat-beratnya.

..................................

Saudara-saudara Jodha di kamarnya (menjadi tahanan rumah sampai 10 hari, Jodha juga kakak-kakaknya) berdiskusi kalau mereka tidak akan mendapat keadilan di sini, karena mereka merasa ada konspirasi di balik kejadian ini yang memang bertujuan menjatuhkan mereka di depan Raja Jalal, mereka mencurigai orang-orang yang mungkin terlibat, seperti:
»Adam khan, ia terlihat sangat tidak senang dengan bangsa Amer yang menjadi keluarga kerajaan Mugal sedari awal.
» Syarifuddin (yang juga adik ipar Raja), karena ialah yang telah berhasil mendapatkan Amer dalam perang, dengan mudahnya sang Raja membebaskan Amer, bahkan mejadikan Raja Amer mertuanya.
»Maham Anga, karena ia terlihat sangat tidak menyukai Jodha sejak awal mereka bertemu.
(Syarifuddin dan Adam Khan itu adalah anak Maham Anga)

Di kamar lain ternyata Maham Anga juga sedang menganalisa tentang siapa kemungkinan pelaku yang sebenarnya, dan isi pembicaraan mereka (tentang siapa yang mereka curigai) sama dengan apa yang dibicarakan kakak-kakak Jodha.

........................................

Ratu Hamida (Ibunya Jalal) menemui Jodha di kamar tempatnya ditahan, ia memberi semangat pada Jodha supaya Jodha tabah menghadapi ini semua, pelaku sebenarnya pasti tertangkap, ia juga meminta maaf atas sikap Jalal yang terkesan tidak adil di pengadilan.
Ratu Hamida juga menanyai Jodha apa yang membuatnya bersedih itu sikap Jalal, dan Jodha menjawab yang membuatnya sangat bersedih adalah Jalal meragukan sikap keibuannya Jodha dengan menuduh Jodha tega membunuh calon bayi Ratu Ruaiya, itulah yang membuatnya sangat bersedih.
Ratu Hamida juga menawarkan pada Jodha apa yang bisa dilakukaknnya untuk Jodha, dan Jodha punya satu permintaan untuk ada yang melakukan rutinitasnya menyalakan lilin di bawah kaki dewa Wisnu, Ratu Hamida pun mengatakan pada Jodha bahwa ia yang akan menyalakan lilinnya tiap hari menggantikan Jodha.
Jodha sangat merasa beruntung memiliki ibu mertua seperti Ratu Hamida.

.....................................

Seusai dari mengunjungi Jodha, Ratu Hamida langsung ke kamar Jodha untuk menyalakan lilin seperti janjinya pada Jodha.

Di luar kamar Jodha Jalal sudah menunggu, ia menegur ibunya kenapa ibunya menemui Jodha padahal sudah jelas di pengadilan siapapun yang ditahan (meski tahanan rumah) tidak boleh menemui siapapun. Ratu Hamida pun menjawab jika ia adalah Ibu Ratu, dan ia adalah ibunya Jalal serta ibu mertuanya Jodha, jadi ia bukan seperti orang-orang itu, tetapi jalal tetap tidak senang ibunya mengunjungi Jodha.

..................................
Jalal memberikan surat kepada Raja Barmal (ayah Jodha) untuk datang ke kerajaannya. Dan surat balasan dari Raja Barmal telah sampai yang isinya bahwa ia akan datang ke Agra untuk menyampaikan kabar gembira atas pernikahan adik Jodha, Sukania. Raja Barmal tidak tahu atas apa yang menimpa Jodha dan kakak-kakaknya di Agra, dan Jalal sengaja memang tidak memberitahunya...

.....................................

Preview episode 58 (nanti malam):
Raja Barmal terkejut atas apa yang menimpa putra putrinya di Angra, dan aku sangat tersentuh dengan kata-kata Raja Barmal kepada Jalal, "Kau mungkin menganggapku adalah ayah dari para penjahat, tapi di mataku Kau tetap menantuku." (Betapa baiknya hati ayah Jodha ini, ya kadang seorang yang masih muda (Jalal) melakukakan kesalahan, tapi meski begitu ia teteplah anak, yang harus terus diingatkan ketika salah, dan terus disayangi dalam keadaan apapun).

Yang membuat agak gregetan Maham Anga menertawakan apa yang terjadi antara Jalal dan ayah mertuanya itu.

Siap-siapa nonton nanti malam, di Antv pukul 20.30 WIB ya ^^ untuk lebih jelasnya.

Sumber gambar: bukusinopsis.blogspot.com

by Anum

























Monday, 22 September 2014

Jodha Akbar Episode 56



Ternyata memang berburuk sangka itu gak baik, setelah kemarin aku beburuk sangka dengan Maham Anga, ternyata beneran bukan Maham yang melakukan konspirasi menjebak Jodha dalam kasus keguguran yang di alami Rukaiya. Berikut cerita Jodha Akbar episode 56, diceritakan dengan bahasa dan tulisanku.


..................................

Maham Anga ternyata juga sangat terkejut dengan konspirasi yang menyebabkan Ratu Rukaiya keguguran. Ia sangat khawatir karena itu berarti ada yang terobsesi berkuasa selain dirinya. ia juga sangat bersedih atas hilangnya calon putera Jalal, karena ia sudah menyayangi Jalal seperti anaknya sendiri.


Jalal mendatangi kamar Jodha dan marah-marah serta menuding Jodha atas apa yang terjadi pada Rukaiya, Jalal juga memberitahu Jodha bahwa Jodha dan saudaranya akan dihukum seberat-beratnya atas apa yang telah terjadi pada Rukaiya. Padahal Jodha sudah akan menyangkal, tapi karena saking marahnya Jalal tidak menerima pembelaan Jodha. (Kasihan Jodha saat Jalal menyeret dan membanting sak'enak'e dewe... Sungguh pengen nangis Jodha diperlakukan seperti itu, Jalal menggunakan emosinya dalam masalah ini, padahal bukankah dalam mengadili harus mengesampingkan emosi agar bisa berlaku adil).

Pagi harinya Jodha beserta kakak-kakaknya diadili, bahkan tanpa pembelaan, Jalal memutuskan akan menghukum Jodah serta kakak-kakaknya dengan membakar mereka hidup-hidup, supaya bisa merasakan penderitaan yang dirasakan Jalal, begitu katanya (yeee... Gini wes lek emosi, Jalal yang biasanya adil, bersikap di luar nalar, kasihan Jodha gak ngerti opo-opo atas apa yang dituduhkan padanya).

Ratu hamida (ibunya Jalal) langsung berdiri, mengingatkan Jalal atas keputusannya yang terasa tidak adil (tanpa mendengarkan pembelaan atas terdakwa). Ratu Hamida pun bilang jika semua yang terjadi adalah konspirasi untuk menyingkirkan Ratu Jodha, seperti yang terjadi sebelumnya, saat Jodha memasaka makanan untuk Jalal dan rasanya sangat pedas, padahal sebelumnya telah dicicipi dan rasanya tidak pedas (kalau ini Maham Anga yang melakukan supaya masakan yang dimakan Jalal kepedesan dan Jodha dimarahi). Begitu pula sekarang, saat masuk ke dalam istana, sebelum kunyit itu diminum Ratu, bukanakan saat diperiksa kunyit itu sama sekali tidak bercampur tanaman yang menyebabkan keguguran itu. Berarti ada orang yang mencampur kunyit itu di dalam istana. Karena itulah Ratu Hamida meminta Jalal untuk menyelidiki kasus ini dengan sungguh-sungguh, supaya pelaku sebenarnya tertangkap.

Bersambung....

......................................

Sedikit catatan:
Sebelum berangkat ke pengadilan Jalal sempat diingatkan oleh Ratu Salima supaya tidak begitu saja menuduh Ratu Jodha, karena ia tahu Jodha sangat sayang dengan anak-anak, dan tidak mungkin melakukan itu. Tapi, karena sedang marah Jalal tidak mau mendengarkan perkataan Ratu Salima.

Episode ke depan sepertinya semakin seru...

Sumber gambar: azonerskaryamedia.blogspot.com
by Anum











Sinopis Jodha Akbar Episode 55

Seusai perayaan tiba-tiba Rukaiya merasa perutnya terasa sakit juga mual yang menyebabkan ia tidak enak makan. Ia memutuskan untuk istirahat, betapa terkejutnya ia saat bangun mendapati darahnya keluar banyak di tempatnya tidur. Seketika ia memanggil Jalal. Sebelumnya Jalal memang merasakan firasat tidak enak, yang membuatnya mengumpulkan ibu juga bibi-bibinya, tapi bibinya bilang kalau itu hanya perasaan kebahagiaan Jalal atas kehamilan Rukaiya.

Mengetahui kondisi Rukaiya lemah dengan darah di sekitarnya, Jalal memanggil tabib kerajaaan. Tabib itu bilang kalau Rukaiya keguguran, Jalal sangat terkejut sekaligus sedih sangat, karena ia merasa setelah mimpinya terkabul sejenak (ingin mempunyai anak), tapi mimpi itu hilang seketika, jika bisa ia rela menukar posisinya sebagai Raja dengan anugerah seorang anak.

Tabib itu juga memberitahu jika keguguran yang dialami Ratu Rukaila adalah keguguran yang dibuat oleh seseorang, karena penyebab kegururan ini adalah tanaman herba (kalau gak salah namanya) yang dicampurkan di makanan yang dimakan Ratu. Ia memeriksa makanan apa saja yang telah dimakan oleh Ratu Rukaila, dan Jalal langsung teringat dengan kunyit yang dibawa oleh saudara-saudara Jodha. Dan benar ternyata kunyit yang diminum Ratu Rukaila itu mengandung tanaman herba itu, Maham Anga yang mencoba kunyit itu dicampur dengan susu dan benar ia langsung tertidur (efek tanaman itu pada orang yang meminumnya adalah mengantuk, tapi jika diminum ibu hamil bisa langsung keguguran) dan bau mulutnya sama dengan bau mulut Ratu (bau tanaman herba itu), Jalal sangat marah mengetahui itu.


»» (analisa sedikit: padahal tuh kunyit sudah dicoba sewaktu kakak Jodha mau masuk ke istanan dan pelayan yang mencobanya gak menunjukkan effect apa-apa, yang berarti kunyit itu gak bercampur dengan apa-apa, ada seseorang di dalam istana yang kemudian mencampur kunyit itu dengan tanaman herba, dan pasti itu bukan Jodha. Iya kan??? Analisa dariku: mungkin ada hubungannya dengan percakapan Maham Anga dan Adam Khan sebelum perayaan itu).


Ratu Rukaila tahu kalau kegugurannya disebabkan oleh makanan yang ia makan yang telah dicampur oleh tanaman yang bisa menyebabkan kaguguran, dan itu adalah kunyit yang dibawa oleh saudara-saudara Jodha, ia sangat marah sekali, dan ia meminta pada Jalal agar menghukum siapapun yang melakukan itu dengan hukuman yang berat, sekalipun itu adalah Ratu Jodha.


Bersambung...

..................................


Preview episode 56 (nanti malam di ANTV:


Jalal benar-benar marah dengan Jodha juga kakak-kakaknya, ia ingin menghukum mereka semua gara-gara kunyit yang mereka bawa.... Selanjutnya, nonton nanti malam....


Akan kah Jodha juga kakak-kakaknya dihukum atas kesalahan yang tidak ia lakukan....????

Sumber gambar: bukusinopsis.blogspot.com


by Anum

Sunday, 21 September 2014

Pengalaman yang "Membanggakan"

Sudah beberapa waktu pertanyaan itu muncul di profil fb ku, "pengalaman apa yang Anda banggakan"... Sejenak aku "Mikiiirrrr... (Ngikutin gayanya Cak Lontong di iklan ^^)". Saat pertama baca pertanyaan itu aku masih belum menemukan apa itu... Terlalu banyak sichhhh... (Narsis ^^, padahal gak ada, semuanya terasa bisanya, atau bahkan misalnya membanggakan pun itu hanya menurutku saja) ^^.

Tapi, saat aku berhasil memasak yang masakan yang menurutku sulit, aku langsung menemukan apa hal yang "Anda banggakan itu". Ya, hal yang menurutku sangat membanggakan adalah saat aku berhasil memasak "Soto"... Karena memang aku belum mahir masak, berhasil memasak sesuatu yang baru itu adalah hal yang sangat membanggakan. ^^ rasanya tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata saat sotoku kuahnya rasanya ueennaaakkk banget kyak di warung soto terkenal. ^^

Dan itulah salah satu cerita dari hal apa yang "Anda banggakan".^^


by Anum

Saturday, 20 September 2014

Hari ini dan Bunga ^^

Hari ini main ke sawah, nemuin bunga-bunga kecil yang sering tumbuh di antara rumput, dulu waktu pulang ngaji di TPQ sering nyari bunga ini di sepanjang jalan yang kulalui yang kebetulan di samping kanal. Dulu biasanya aku membuat bando-bando'an dengan merangkai bunga ini, jadi tadi aku iseng-iseng membuatkan bando untuk Nay, putri kecilku.

Tumbuh di antara rumput membuat bunga ini selalu tampak lain dari tumbuhan (rumput) di sekitarnya. Bunga-bunga ini selalu tumbuh dan mekar berkelompok, karena sangat indah aku teringat taman bunga daisy di film korea "Daisy", hanya saja sekarang musing kemarau jadi rumput-rumput di sekitar bunga itu jadi kering. Tapi, bunga-bunga itu tetap tampak indah. ^^



by Anum

Friday, 19 September 2014

Sinopsis Jodha Akbar Episode 54

Hari perayaan telah tiba, semua tamu telah hadir, tidak terkecuali kakak-kakak Jodha yang mewakili ayahnya yang tidak bisa hadir.

Semua tamu hadir, kecuali Adam Khan, putra Maham Anga, yang ternyata sedang marah-marah di kamarnya. Ia mengeluh banyak hal pada Maham Anga, tentang pengabdiannya selama ini, dan selalu jadi kedua di mata Maham Anga (Adam merasa begitu, karena hampir dalam seluruh hidupnya Maham Anga selalu menomersatukan Jalal dibanding dirinya). Ia ingin sesuatu yang buruk terjadi pada Jalal dan ia bisa berkuasa di kerajaan Mugal, tapi hadirnya pewaris membuat kemungkinan itu semakin tipis, karena selain mengabdikan diri untuk Jalal ia juga harus mengabdikan diri untuk putranya (ini membuat Maham Anga semakin bertekad untuk berbuat sesuatu pada kehamilan Rukaila).


Dalam perayaan semua tamu yang hadir memberikan hadiah. Begitu pula kakak-kakak Jodha, yang datang membawa ramuan yang baik untuk kesehatan bayi (dalam drama ini), semacam kunyit (ada nama indianya) yang cara minumnya dicampur dengan susu. Karena Jalal sangat suka dengan hadiah Jodha yang berupa sendok kecil (yang diperuntukkan untuk bayinya ketika lahir), maka Jalal memerintahkan Jodha untuk mengaduk ramuan itu. Maham Anga mengambilkan susu sesuai dengan perintah Jalal (mungkin susu ini sudah dimasuki racun, karena memang Maham Anga sangat tidak senang dengan kehamilan Ratu Rukaila).


Bersambung....


..........................................



Preview esok hari (episode 55):

Rukaila keguguran dan menyalahkan Jodha atas itu, bagaimanakah sikap Jalal??? Bagaimana Jodha atas tuduhan kepadanya itu???

Saksikan Jodha Akbar episode 55 esok hari ^^


by Anum

Sinopsis Jodha Akbar Episode 53



Atas kehamilan Ratu Rukaila, Jodha pun turut bahagia, dengan begitu janji ibu mertuanyanya untuk berjalan kaki ke Amer bisa dibatalkan, karena itu Jodha ingin mengucapkan selamat dan memberi hadiah pada Ratu Rukaila.
Di tempat Ratu Rukaila ternyata Jodha tidak mendapatkan perlakuan yang baik, Ratu Rukaila bahkan menyombongkan diri di depan Jodha karena ia akan menjadi seorang Ibu Ratu (posisi tertinggi di istana setelah Raja), Ratu Rukaila menyangka bahwa Jodha iri atas kehamilannya. Padahal Jodha sama sekali tidak iri juga tidak menginginkan posisi Ibu Ratu, tujuan Jodha datang pada Ratu Rukaila itu adalah benar-benar tulus menyampaikan turut bahagiaanya dia atas kehamilan Ratu Rukaila.


---------------------------------------------------

Ibu Ratu (ibunya Jalal) pun sangat bahagia atas kehamilan Ratu Rukaila, ia ingin berterima kasih pada Jodha, karena sejak kedatangannya sepertinya istananya selalu mendapatkan keberuntungan. Sampai Jalal pun hanya tersenyum melihat ibunya sangat tertarik dengan Jodha dibanding dirinya saat ini (Ibu Ratu memang sangat-sangat sayang dengan Jodha, sampai-sampai sepertinya sayangan sama Jodha daripada sama Jalal), saat Ratu Rukaila hamil, malah yang ingin ia temui pertama kali adalah Jodha^^.


-------------------------------

Selain dari Jodha Ratu Rukaila juga mendapatkan hadiah dari anggota keluarga kerajaan yang lain, saat Jalal masuk ke kamar Rukaila ia tertarik deng hadiah dari Jodha, awalnya ia tidak peduli dengan isinya setelah tahu hadiah itu dari Jodha, setelah dibuka isi kotak adalah sebuah sendok kecil dan sebuah surat (hadiah yang menarik dan lain tentunya), Rukaila membacakan surat hadiah dari Jodha yang isinya adalah do'a:

"Seorang anak kecil akan membawa kebahagiaan bagi semua orang,
Terimakasih pada Dewa untuk anak bayi ini,
Semoga setiap peristiwa dalam hidupnya akan selalu penuh dengan anugerah Nya,
Semoga matahari dan bulan bersinar dan matanya sebagai penuntunnya,
Semoga dunia berlutut di depan Nya,
Dan setiap jalan akan dimudahkan,
Semoga takdir memberkatimu dengan masa depan yang luar biasa
Ini do'a Jodha untukmu..."

....................................

Jalal sangat terkesan dengan do'a Jodha dalam suratnya. Ia merasa do'a itu bener-bener ditulis dengan tulus dari hati. Dan kata-kata Jalal saat menjelang tidur sambil mengingat kembali do'a Jodha yang dibacakan oleh Rukaila:
"Dia selalu mengganggu pikiranku... (Sambil mikiran Jodha ^^), Kau tidak datang untuk berbagi bahagia denganku, tapi kau menunjukkan kebahagiaan dengan kebahagiaan anakku.... Kau telah menyentuhku... " (Yeeee Jalal akhirnya mulai membuka hatinya, mulai menyadari kalau Jodha adalah orang yang tulus hatinya ^^).

.........................................

Jalal datang ke kamar Jodha untuk menayakan maksud dari do'a yang mengesankan itu, dan isinya adalah sperti yang ada di dalam do'a itu, yang intinya Jodha mendo'akan hal-hal yang baik untuk calon bayi Ratu Rukaila (calon pewaris kerajaan). Dan Jalal merasa sangat terkesan dengan do'a Jodha itu.
Persiapan perayaan... Dan bersambung... ^^

by Anum















Wednesday, 17 September 2014

Jodha Akbar Episode 52


Episode ini dibuka dengan dilemanya Jodha akan permintaan Jalal untuk berbohong pada semua orang bahwa ia telah mengandung anak Jalal supaya ibunya membatalkan sumpahnya (berjalan kaki ke Amer dan kembali ke Agra juga dengan jalan kaki).

Ada salah satu adegan yang lucu di episode ini, saat Jodha melakukan ritualnya dan Jalal tidak tahu bagaimana mengikuti ritualnya Jodha.
..............................................

Di episode ini juga diceritakan kalau Ratu Rukhaila hamil, dan itu membuatnya semakin sombong, karena dengan begitu ia akan menjadi seorang Ibu Ratu dan bisa menguasai apa yang ada di istananya Jalal termasuk menguasai apa yang sekarang dikuasai oleh Maham Anga, saat membanggakan diri itu pelayannya Maham Anga mendengar dan lansung lapor ke Maham Anga, dan sepertiny Maham Anga tidak akan diam saja atas kehamilan Ratu Rukhaila...

.........................

Niat Rukhaila memberikan anak untuk Jalal (memberi pewaris) sudah tidak baik, kekuasaan. Dan karena "kekuasaan" itulah sepertinya apa yang direncanakan Rukhaila tidak akan berjalan dengan mulus saja, karena yang berebut kekuasaan dengannya pastilah banyak termasuk Maham Anga. Lain halnya jika Jodha hamil... (Kapan itu ya??? Yg sudah streaming pasti tahu, kapan itu). Tapi, memang benar bahwa pewarisnya Jalal akan lahir dari Ratu Jodha. ^^ meski di episode ini Rukhaila bilang hal itu tidaklah mungkin," bagaimana Ratu Jodha memberikan pewaris??? Sedangkan Jalal tidak tertarik sedikitpun untuk menyentuhnya." Ya hati orang siapa yang tahu kan??? Sekarang saja Jalal benci dengan Jodha begitu juga sebaliknya, tapi di episode mendatang??? ^^


by Anum

Jodha Akbar Episode 16 September 2014 di ANTV

Setelah kemarin gak nonton, tadi malam bisa nonton lagi.

......................................

Episode malam 16 September 2014 di ANTV.

Rahim (Rohim), anak tiri Jalal, menagih janji Jalal untuk meluangkan waktu bermain bersama Rahim (Rohim), saat Jalal menaikkan Rohim di punggungnya Ratu Rukhaila menangis, karena sampai detik ini ia belum bisa memberikan penerus bagi kerajaan Mugal (anak bagi Jalal).


Keinginan ibu Jalal untuk mempunyai cucu sangat besar, dan ia berharap Ratu Jodha bisa memenuhinya, sampai-sampai ia membawa Jalal dan Jodha pada peramal, dan peramal itu mengatakan bahwa tidak lama lagi kerajaan Mughal akan mempunyai penerus dan itu berarti Ratu (ibunya Jalal) akan mempunyai cucu dari Jodha, saking senengnya bahkan Ibunya Jalal berjanji sebelum Jodha hamil ia akan melakukan perjalanan ke Amer dengan berjalan kaki, dan kembali lagi ke Agra dengan berjalan kaki.

Jodha serta Jalal khawatir akan Janji ibunya itu, berjalan kaki dengan usia ibunya yang tidak muda lagi adalah hal yang sangat tidak mudah, hingga Jalal meminta pada Jodha agar ia membantunya supaya ibunya tidak melakukan janjinya itu, sebelum ibunya melakukan hal itu ia meminta pada Jodha supaya Jodha bisa meyakinkan semua orang bahwa ia sedang mengandung anak Jalal (yah... Aneh-aneh wae Jalal ini, gmn mau hamil, wong gak akur gt sama Jodha, jadi disuruh pura-pura ceritanya).

......................................

Di episode ini Jodha sudah sedikit diperlihatkan bahwa Jalal tak sekejam yang ia kira, saat Ratu Salimah bercerita bahwa Jalal sangat menyayangi Rohim anaknya, juga menyayangi anak-anak kecil. Kedepan pasti tambah seru, pertengkaran antara Jodha dan Akbar (Jalal) juga hati mereka yang perlahan semakin dekat...

Selamat nonton episode berikutnya ^^

Sumber Gambar: indiaopines.com

by Anum

Tuesday, 16 September 2014

Batal Nonton

Pengen buat sinopsis dari Jodha Akbar episode 15 September 2014 di ANTV, tapi ternyata gak nonton karena sesuatu hal.


by Anum

Monday, 15 September 2014

Jodha Akbar Episode 13 September 2014 di ANTV

Pengen sebenarnya nulis kisah Jodha Akbar dari episode awal, tetapi masih belum bisa keturutan. Jadi, nulis dari episode yang aku lihat kemarin hari Sabtu saja. Sudah cukup ketinggalan banyak jika nulis dari pertama... ^^ yuk simak episode tanggal 13 September 2013.

......................................


Episode sebelumnya:


Karena Mothi Bai tidak bisa membuktikan perkataannya di pengadilan tentang Adam Khan yang datang malam itu ke istina para wanita untuk mengejarnya, maka Raja Jalal memutuskan untuk menghukum Mothi atas kesalahan yang dituduhkan padanya (kesalahan yang sebenarnya tidak Mothi perbuat), tapi bagaimana lagi Jalal sudah berusaha sekuat tenaga bersikap adil. Maham Anga telah memutar balikkan fakta.


......................................


Jodha tetap yakin bahwa yang dikatakan Mothi adalah benar, tapi keputusan Raja Jalal untuk menghukum Mothi Bai tidak bisa diganggu gugat pun oleh ibunya sendiri, maka Jodha pun putus asa, hingga saat ia berdo'a tiba-tiba Rohim (anak tiri dari Raja Jalal) bermain-main dengan dekrit Jalal yang diberikan untuk Jodha, itu membuat Jodha ingat akan janji Jalal terhadap Jodha untuk memenuhi apapun yang diinginkan Jodha karena Jodha menang dalam lomba catur.


Jodha menemui Jalal saat pertemuan di istana, dan meminta Jalal untuk memenuhi janjinya untuk memenuhi apapun permintaan Jodha, dan Jodha meminta Mothi Bai untuk dibebaskan. (Yeeeee akhirnya)... Dan akhirnya Mothi bebas. ^^


Maham Anga yang mendengar Mothi bebas, terkejut dan langsung menghampiri Jodha di kamarny, ia terus mengancam Jodha, tapi Jodha tidak gentar sama sekali. Jadi ingat percakapn menarik Maham Anga dan Ratu Jodha.


"Kau bukan teman masa kecil Yang Mulia, kau juga tidak secantik dan berbakat istri-istri Jalal yang lain, kita lihat sampai kapan kamu akan bertahan menjadi Ratunya." Dengan angkuh Maham Anga memperingati Jodha.


Dan Ratu Jodha hanya menjawab, "sekarang aku hanya ingin menyelamatkan Mothi, dan aku tidak mengunginkan menjadi Ratu, " jadi sepertinya sia-sia saja Maham Anga bilang begitu... ^^ Maham Anga juga tidak begitu teliti menilai Jodha, Jodha memang gak memiliki apa-apa yang dimiliki istri-istri Jalal yang lain tapi ia memiliki KETULUSAN dan HATI yang penuh Cinta ^^, yang mungkin tidak dimiliki oleh istri-istri Jalan yang lain.


Di tempat yang lain Ratu Rukhaila (istri kesayangan Jalal) membicarakan Jodha tentang permintaan atas dekritnya yang terlihat begitu bodoh menurut Ratu Rukhaila, "Ratu Jodha harusnya bisa meminta sesuatu yang lebih dengan dekrit itu, daripada meminta pembantunya untuk dibebaskan, aku pernah meminta 100 hari 100 malam kepada Jalal saat mendapat dekrit darinya, dan Jalal membahagiakan aku selama 100 hari 100 malam itu..." Dan disambut oleh seorang Ratu yang lain yang tidak pro dengan Rukhaila (belain Jodha), " itu berarti ia (Jodha) berbeda dengan Ratu-Ratu yang lain." (Betullll sekali, memang Jodha berbeda....) Karena omongan itu Rukhaila jadi marah...


Dan episode ini ditutup dengan adegan Jodha berlatih pedang bersama Jalal, dan Jodha terkunci dengan pedang di tangan Jalal, Jalal ternyata penasaran dengan permintaan Jodha atas dekritnya, " Kau bisa meminta apa saja dengan dekritku, nyawaku, kerajaanmu, hidupku atau apa saja, tapi kenapa Kau malah meminta nyawa Mothi Bai." Belum sempat Jodha menjawab... Eh...

Bersambung....


Nonton episode nanti malam ya... ^^


NB: percakapan antar pemain di atas sesuai persepsiku, ingatanku, lebih jelasnya di tv atau streaming di youtube.com ya ^^


Sumber gambar: narutokun.mywapblog.com


by Anum