Tuesday, 1 April 2014

Suatu Hari

Pernah merasa dalam satu hari banyak hal yang kurang baik terjadi??? Sebagai manusia biasa yang kadang merasa suatu hari jadi buruk, atau bahkan menjadi sangat baik, tentulah pernah terjadi hal-hal, yang kalau boleh menyebutnya "tidak baik" terjadi. Masih ingat dengan jelas "suatu hari" itu terjadi ketika aku masih duduk di kelas X SMA.

Pagi itu seperti biasa aku bergegas untuk sekolah, setelah semua persiapan selesai langsunglah mengambil sepeda, dan satu hal mengejutkan pertama terjadi sepedaku dibawa ke pasar oleh salah seorang temanku (mbak di atasku yang sudah gak sekolah) ke pasar, dan jam sudah menunjukkan pukul 06.30. Jarak sekolah dan temat tinggalku (asrama pondok) bejarak 15 menit perjalanan dengan sepeda. dan kabar baiknya hari itu hari Senin, yang berarti sekolah masuk pukul 06.45 WIB. Waktu yang terus berjalan mendekati pukul 06.45 WIB dan kepastian temanku yang pergi dengan sepedaku membuatku mengambil keputusan minjam sepeda tetangga yang juga anak sekolah, dengan jaminan nanti dia pakai sepedaku.

Masalah pertama tentang sepeda selesai, aku dan temanku yang juga satu sekolah dengaku boncengan naik sepeda. Hal mengejutkan kedua terjadi ternyata tuh sepeda yang ku pinjam bannya gembos, dan dibuat boncengan adalah hal yang memperburuk kondisi sepeda juga kondisi yang mengayuh (aku), karena kalau gembos gitu berat banget ngayuhnya. Tapi, karena terburu-buru tetep aja sepeda itu dikayuh tanpa berhenti, masalah sepeda bocor bisa diatasi kemudian.

Masih belum selesai di situ hal yang mengejutkan terjadi, ketika sudah mau nyampek sekolah, tiba-tiba ada mobil dari arah belakang nyerempet sepeda yang ku kayuh, spontan saja langsung oleng dan hampir jatuh, untungnya masih berada dalam kondisi "hampir" jadi gak sampai jatuh, tapi cukup membuat dan temanku kaget.

Sampai di sekolah di waktu yang tepat yaitu detik-detik penutupan gerbang sekolah, tapi masih dalam kategori gak telat, nyampai di parkiran kakiku terasa gak enak banget, seperti ada sesuatu yang menganjal di sepatu, dan benar ketika kubuka sepatuku, muncullah yang namanya jarum pentul, dan jarum itu nancep di tumitku, karena itulah kakiku terasa gak enak (sakit). Sungguh, aku merasa seharian penuh di hari itu penuh dengan kejutan, dan seperti yang kuduga semua itu berawal dari satu kepanikan disusul kepanikan selanjutnya.

Semoga bisa jadi pelajaran...


Iftina ^_^

No comments:

Post a Comment