Wednesday, 24 September 2014

Sinopsis Jodha Akbar Episode 57


Jalal akhirnya memutuskan untuk memberikan waktu pada Jodha dan saudaranya untuk memebuktikan bahwa mereka tidak bersalah, setelah sebelumnya diberi masukan oleh Ibunya juga penasehatnya, rasanya tidak adil seseorang dihukum tanpa pembelaan. Jodha dan saudaranya diberi waktu 10 hari, dan jika dalam 10 hari itu mereka tidak dapat membuktikan tuduhan terhadap mereka, maka mereka dianggap bersalah, dan Jalal akan membakar hidup-hidup jika terbukti mereka benar-benar bersalah.

...........................
Jalal masuk ke dalam kamar Ratu Rukaiya, dan meluapkan kekesalannya kenapa Ratu juga mendukung untuk memberikan waktu pada Jodha dan saudara-saudaranya, padahal Jalal sudah sangat yakin kalau mereka pelakunya.
Ratu Rukaiya ternyata mempunyai alasan tersendiri kenapa ia ingin masalah ini benar-benar diselediki lebih jauh. Ratu Rukaiya ingin benar-benar mengetahui siapa pelaku di balik konspirasi ini, karena sepertinya memang bukan Ratu Jodha pelakunya, karena sepertinya pelakunya benar-benar ingin Raja mugal tidak memiliki penerus, bahkan sebelum-sebelumnya pun sepertinya ada yang membuat istri-istri Jalal sulit mempunyai keturunan. Jadi, pelaku yang sebenarnya harus segera ditemukan dan diberi hukuman yang seberat-beratnya.

..................................

Saudara-saudara Jodha di kamarnya (menjadi tahanan rumah sampai 10 hari, Jodha juga kakak-kakaknya) berdiskusi kalau mereka tidak akan mendapat keadilan di sini, karena mereka merasa ada konspirasi di balik kejadian ini yang memang bertujuan menjatuhkan mereka di depan Raja Jalal, mereka mencurigai orang-orang yang mungkin terlibat, seperti:
»Adam khan, ia terlihat sangat tidak senang dengan bangsa Amer yang menjadi keluarga kerajaan Mugal sedari awal.
» Syarifuddin (yang juga adik ipar Raja), karena ialah yang telah berhasil mendapatkan Amer dalam perang, dengan mudahnya sang Raja membebaskan Amer, bahkan mejadikan Raja Amer mertuanya.
»Maham Anga, karena ia terlihat sangat tidak menyukai Jodha sejak awal mereka bertemu.
(Syarifuddin dan Adam Khan itu adalah anak Maham Anga)

Di kamar lain ternyata Maham Anga juga sedang menganalisa tentang siapa kemungkinan pelaku yang sebenarnya, dan isi pembicaraan mereka (tentang siapa yang mereka curigai) sama dengan apa yang dibicarakan kakak-kakak Jodha.

........................................

Ratu Hamida (Ibunya Jalal) menemui Jodha di kamar tempatnya ditahan, ia memberi semangat pada Jodha supaya Jodha tabah menghadapi ini semua, pelaku sebenarnya pasti tertangkap, ia juga meminta maaf atas sikap Jalal yang terkesan tidak adil di pengadilan.
Ratu Hamida juga menanyai Jodha apa yang membuatnya bersedih itu sikap Jalal, dan Jodha menjawab yang membuatnya sangat bersedih adalah Jalal meragukan sikap keibuannya Jodha dengan menuduh Jodha tega membunuh calon bayi Ratu Ruaiya, itulah yang membuatnya sangat bersedih.
Ratu Hamida juga menawarkan pada Jodha apa yang bisa dilakukaknnya untuk Jodha, dan Jodha punya satu permintaan untuk ada yang melakukan rutinitasnya menyalakan lilin di bawah kaki dewa Wisnu, Ratu Hamida pun mengatakan pada Jodha bahwa ia yang akan menyalakan lilinnya tiap hari menggantikan Jodha.
Jodha sangat merasa beruntung memiliki ibu mertua seperti Ratu Hamida.

.....................................

Seusai dari mengunjungi Jodha, Ratu Hamida langsung ke kamar Jodha untuk menyalakan lilin seperti janjinya pada Jodha.

Di luar kamar Jodha Jalal sudah menunggu, ia menegur ibunya kenapa ibunya menemui Jodha padahal sudah jelas di pengadilan siapapun yang ditahan (meski tahanan rumah) tidak boleh menemui siapapun. Ratu Hamida pun menjawab jika ia adalah Ibu Ratu, dan ia adalah ibunya Jalal serta ibu mertuanya Jodha, jadi ia bukan seperti orang-orang itu, tetapi jalal tetap tidak senang ibunya mengunjungi Jodha.

..................................
Jalal memberikan surat kepada Raja Barmal (ayah Jodha) untuk datang ke kerajaannya. Dan surat balasan dari Raja Barmal telah sampai yang isinya bahwa ia akan datang ke Agra untuk menyampaikan kabar gembira atas pernikahan adik Jodha, Sukania. Raja Barmal tidak tahu atas apa yang menimpa Jodha dan kakak-kakaknya di Agra, dan Jalal sengaja memang tidak memberitahunya...

.....................................

Preview episode 58 (nanti malam):
Raja Barmal terkejut atas apa yang menimpa putra putrinya di Angra, dan aku sangat tersentuh dengan kata-kata Raja Barmal kepada Jalal, "Kau mungkin menganggapku adalah ayah dari para penjahat, tapi di mataku Kau tetap menantuku." (Betapa baiknya hati ayah Jodha ini, ya kadang seorang yang masih muda (Jalal) melakukakan kesalahan, tapi meski begitu ia teteplah anak, yang harus terus diingatkan ketika salah, dan terus disayangi dalam keadaan apapun).

Yang membuat agak gregetan Maham Anga menertawakan apa yang terjadi antara Jalal dan ayah mertuanya itu.

Siap-siapa nonton nanti malam, di Antv pukul 20.30 WIB ya ^^ untuk lebih jelasnya.

Sumber gambar: bukusinopsis.blogspot.com

by Anum

























No comments:

Post a Comment