Wednesday, 26 November 2014

Sinopsis Jodha Akbar episode 109

Setelah sekian lama tidak menulis tentang Jodha Akbar, akhirnya pengen nulis lagi. Dari episode 80an sampai 100 an jarang nonton karena ngalah dengan si kecil yang suka nonton acara anak di stasiun tv lain, jadilah hanya bisa nonton jika putri kecilku bubuk.

Episode tadi malam begitu menarik, dan aku nonton, jadi pengen buat sinopsisnya

Sinopsis Jodha Akbar Episode 109...


Jodha dimarahi habis-habisan oleh Ratu Hamida, ibunda Jalal, mertuanya, karena menurut gosip yang beredar anak yang dikandungnya bukan anak Jalal, Ratu Hamida menyuruh Jodha segera meninggalkan istana, dan Ratu akan mengabarkan pada semua orang jika Jodha mati jatuh dari gedung atau juga tenggelam di danau, jika benar apa yang digosipkan itu. Ratu Hamida terus mendesak Jodha untuk mengatakan siapa ayah sebenarnya dari bayi yang dikandungnya, Jodha hanya bisa diam, syok.

Sementara di tempat yang lain...

Jalal beserta Ratu Salima mendatangi tabib yang memeriksa Jodha. Jalal menyalahkan tabib itu atas apa yang telah menimpa Jalal juga Jodha, karena pernyataan hamil dari tabib itu telah menimbulkan banyak masalah pada Ratu Jodha juga pasa Jalal. Tabib itu mengatakan bahwa ia telah memeriksa seperti biasanya, dan memang gejala yang dialami Ratu Jodha sama dengan gejala wanita hamil.

Jalal mengatakan bahwa ia sangat yakin Ratu Jodha setia padanya, dan tidak mungkin berbohong, jadi tidak mungkin Ratu Jodha hamil dengan pria lain. Jadi intinya tidak ada seorang pun yang tidur dengan Ratu Jodha, yang berarti bahwa Ratu Jodha gak mungkin hamil. Tabib itu kemudian mengatakan bahwa ada beberapa ramuan yang bisa membuat seseorang yang tidak hamil terlihat mengalami gejala seperti orang hamil, tabib itu pernah menemui kasus serupa, dimana seorang istri yang ditinggal suaminya sengaja dibuat seolah-olah hamil oleh mertuanya, agar anaknya menceraikan istrinya itu. Mungkin, yang terjadi pada Ratu Jodha adalah kasus serupa, dimana ada seseorang yang memberi Ratu Jodha ramuan yang membuatnya tampak dan mengalami gejala-gejala hamil.

Jalal geram bukan main mendengar penjelasan dari tabib itu. Siapa yang tega melakukan hal itu pada Ratu Jodha? Kemudian Jalal meminta penawar ramuan itu pada sang tabib, tabib itu memberikan ramuan pada Jalal dan mengatakan bahwa jika bener Ratu Jodha tidak hamil setelah meminum racun ini beberapa waktu kemudian ia akan memuntahkan cairan berwarna biru. Jadi, dengan penawar itu bisa diketahui kebenaran akan kehamilan Ratu Jodha.

________________________________

Di kamar Jodha...

Jodha masih syok dengan tuduhan ibunya, ia menjawab tuduhan ibunya itu rasa kecewa, bagaiman satu-satunya orang yang paling ia percayai dan ia anggap sebagai ibunya sendiri bisa menuduhnya seperti itu, karena marah Ratu Hamida tetap ingin tahu dan mendesak Jodha untuk mengatakan siapa ayah bayinya.

Saat itu Jalal datang, dan mengakui jika ia lah ayah dari bayi tersebut, ia sengaja mengatakan kalau ia bukan ayah dari bayi tersebut karena ia ingin tahu apa ada orang lain yang bersama Ratu Jodha, tapi sekarang ia tahu bahwa Ratu Jodha tidak selingkuh, dan ia mengakui bahwa ia lah ayah dari bayi itu. (Jalal berbohong demi Jodha, agar tidak dimarahi ibunya, ia melakukan itu agar semua orang tidak menyalahkan Jodha, sampai pelaku yang membuat Ratu Jodha tampak hamil itu tertangkap Jalal akan melakukan apa pun untu Jodha).

Jodha juga Ratu Hamida sangat marah, kenapa hal semacam ini bisa menjadi sebuah permainan bagi Jalal (kalau ini bercanda berarti bercanda kelewatan mungkin begitu), Ratu Hamida mengatakan jika apa yang dilakukan Jalal hampir membuatnya menyalahkan Ratu Jodha yang masih suci, selain itu tidak pantas seorang Raja melakukan kesalahan tersebut. Ratu Jodha marah karena jika benar ayah dari bayinya adalah Jalal itu berarti Jalal telah melanggar janjinya untuk tidak menyentuhnya (pada bagian ini aku bener-bener gregetan sama Jodha, tidak tahukah ia bahwa Jalal memang tidak pernah menyentuhnya tanopa seizinnya, ia mengakui itu untuk menyelamatkan Jodha dari kebencian ibunya juga seluruh orang di kerajaan).

Di kamar Jodha, Maham Anga hanya bisa bengong dengan tingkah laku Jalal, ia tahu benar bahwa Jalal melakukan itu untuk Ratu Jodha, ya Maham Anga tahu Jalal sedang mengorbankan dirinya untuk Ratu Jodha.

____________________________

Jodha sedih di kamarnya pasca pengakuan Jalal itu. Ratu Salima datang dengan membawa Jus yang telah dicampur ramuan penawar untuk Jodha tanpa sepengetahuan Jodha, ia ingin membuat Jodha meminum jus campur ramuan agar penyelidikannya bersama Jalal segera berhasil. Meski awalnya Jodha menolak minum dengan alasan dalam kondisi tidak ingin minum, tapi akhirnya Ratu Salima berhasil juga membuat Jodha minum jus tersebut. Reaksinya tinggal menunggu beberapa jam lagi, dan Ratu Salima meninggalkan Jodha yang sedang menenangkan diri.

_______________________________

Sambil menunggu reaksi ramuan yang sudah diminum Jodha, di kamarnya Ratu Salima memikirkan sesuatu tentang konsipirasi yang membuat semua ini terjadi, ada seseorang yang ingin membangun jarak antara Raja dan Ratu Jodha, tapi siapa? Di tengah lamunannya Ratu Salima dikejutkan dengan kedatangan Salim yang disusul kemudian dengan Ratu Rukaiya.

Ratu Rukaiya menanyakan hal apa yang membuat Jalal malah menemui Ratu Salima dan bukannya ia, Ratu Salima hanya bilang jika ada seseorang yang ingin menjauhkan Ratu Jodha dan Raja dengan adanya gosip dan kejadian ini. Ratu Rukaiya hanya tertawa mencibir, ia mengatakan bahwa untuk apa seseorang menjauhkan mereka toh mereka tidak pernah dekat. Dan gosip ini akan terus berlangsung, bahkan tinggal menunggu waktu sampai rakyat mendengar akan Ratu Jodha yang selingkuh. Ratu Salima agak marah dengan apa yang dikatakan Rukaiya, tidak seharusnya Ratu Utama mengatakan itu, seharusnya Ratu Rukaiya sebagai pemimpin Ratu-Ratu bisa melindungi Ratu Jodha juga.

____________________________

Sambil menunggu reaksi dari ramuan penawar yang diminum Jodha, Jalal merenungkan dan memikirkan kasus ini, saat itu tiba-tiba Ratu Jodha datang, dan marah atas apa yang dilakukan oleh Raja selama ini, ia mengatakan bahwa ia sangat membenci Jalal. Jalal hanya diam saja.

Setelah Jodha pergi, monolog Jalal yang sangat menyentuh, yang sangat menunjukkan betapa ia sangat ingin melindungi Jodha ia katakan, kurang lebih isinya seperti ini, "Untuk pertama kalinya aku berbohong di depan semua orang, aku ingin menlindungimu dari kebencian semua orang Jodha, kebencianmu padaku sudak pasti, dan aku terima..."

Demi Jodha, bahkan Jalal rela dirinya dibenci semua orang, iya yakin Jodha masih suci dan tidak hamil... Jalal keren...


NB: sinopsis ini kupersembahkan untuk lekku tercinta, yang tadi malam gak nontok, Lek Nung, ini untukmu... ^^

by Ana

Thursday, 20 November 2014

Jajanan Pasar » Cenil dan Tiwul

Jajanan pasar ini adalah paling favoritku ^^, latok, cenil, dan tiwul. Saat pagi-pagi ke pasar kalau lagi pengen membeli jajan ini, harganya cukup terjangkau, di desaku bahkan 500 rupiahpun masih dilayani, tapi jika di Jember jangan macem-macem, 1000 rupiah bisa jadi tidak ramah penjualnya, kalau di Jember minimal 2000 rupiah belinya, kurang dari itu seperti kataku siap-siap untuk tidak diramahi, ya namanya juga harga-harga semakin naik seiring harga bbm yang naik. Rakyat biasa hanya bisa berdo'a semoga yang dilakukan pemerintah bisa membuat sesuatu yang lebih baik ke depannya. Aamiin...

Lho, kok kemana-mana bicaranya... Pembahasannya, bukannya tadi mbahas tiwul dan cenil.

Tapi, ya memang hanya itu yang pengen ku tulis, sebagai peramai blog yang sepertinya semakin hari semakin sepi update an tulisan... Sibuk kemana yang punya blog ini??? Hehehe ^^


by Ana

Sunday, 16 November 2014

Sinopsis Jodha Akbar Episode 77

Meski beberapa hari ini jarang posting, tetep ketika ada waktu pengen nulis tentang Jodha, sebagai jejak kalu akau sudah nonton drama kolosal itu... ya mungkin suatu hari nanti bisa ku baca lagi... tapi sinopsisnya akan ku tuliskan berdasarkan ingatanku akan drama itu :) di tv, hasil streaming mungkin akan diposting di postingan dengan judul lain... berikut sinopsis Jodha Akbar hasil aku nonton di antv.




Sinopsis Jodha Akbar episode 77

Jodha bersedih merenungi kesalahannya di sebuah kamar di ujung jalan rahasia menuju kerajaan. sampai ia tertidur di kamar tersebut.

Sementara di tempat lain Jalal memikirkan Jodha dan apa yang terjadi belakangan ini antara dia dan Ratu Jodha. Saat Jalal sibuk dengan lamunannya Maham Anga menghampirinya, memprotes Jalal atas sikapnya untuk tetep mengijinkan Ratu Jodha tinggal di Agra, padahal sebelumnya sudah akan dipilangkan ke Amer, dan jawaban Jalal sangat mencenangkan bagi Maham, Jalal menjawab terlepas dari apapun yang terjadi belakangan ini, Ratu Jodha adalah istrinya, seseorang yang ia nikahi, dan kemudian ia bawa ke Agra, bukan hadiah atau rampasan perang, karena itu Ratu Jodha tetap akan mendapatkan perlakuan dan kenyamanan seperti ratu-ratu lainnya. Jalal juga memberitahu dimana Jodha saat Maham Anga menayakannya. 


---------------------------------------------------

Ratu Rukaiya optimis bahwa dialah yang akan ikut Yang Mulia Raja Jalal ke Ajmer Syarif, karena ia yakin dialah yang akan terkena sinar matahari pertama yang masuk ke istana, ia akan segera menuju ke kamar tempat metahari masuk pertama kali ketika fajar di istana sebelum orang lainnya datang ke kamar tersebut.

Maham Anga yang juga khawatir kalau yang terpilih adalah Ratu Jodha memanggil Ratu Salima, ia menyarankan Ratu untuk datang ke kamar tempat matahari pertama kali masuk ketika fajar agar Ratu Salima yang akan ikut Raja ke Ajmer Syarif. Maham Anga juga memberi tahu bahwa tidak mungkin Ratu Jodha yang terpilih karena saat ini Ratu Jodha berada di sisi barat istana, karena itu ia meminta Ratu Salima untuk datang ke kamar yang dimaksud, tapi Ratu Salima malah menjawab bahwa ia bahkan akan berdo'a emoga Ratu Jodhalah yang akan ikit Yang Mulia ke Ajmer Syarif. 


-----------------------------------------------------------

Saat fajar tiba Ratu Rukaiya beserta Ratu Hamida menuju ke kamar yang mendapat sinar matahai pertama kali (tempat pertama kali matahari masuk ke ista na). Setelah membuka pintu kamar yang terkunci, begitu terkejutnya mereka karena mendapati Ratu Jodha tertidur, dan saat itu juga matahari tiba-tiba masuk menyelinap melalui lubang ventilasi mengenai wajah Ratu Jodha, karena merasa silau Jodha terbangun dan terkejut melihat ibu mertuanya juga Ratu Rukaiya berada di kamar tempat ia dihukum Jalal. Ratu Hamida sangat senang karena yang akan ikut Jalal berdo'a di Ajmer Syarif adalah Jodha.

Jodha awalnya menolak begitu diberitahu bahwa ia terpilih untuk mnemani Jalal, tapi demi kebahagiaan ibunya ia bersedia untuk pergi ke Ajmer Syarif.


----------------------------------------------------------------

Jodha berbincang-bincang dengan Ratu Salima perihal akan ikutnya ia ke Ajmer Syarif, Jodha memberitahu bahwa ia melakukan itu semua untuk mebahagiakan ibu mertuanya Ratu Hamida. Ratu Salima memberi nasehat sebaiknya Jodha memperbaiki niatnya itu bukaan hanya untuk kebahagiaan Ratu Hamida tapi juga tulus dari hati untuk mendo'akan Yang Mulia Raja, karena do'a yang baik adalah do'a yang berasal dari hati. Jodha membenarkan nasehat Ratu Salima tersebut.

Jalal datang setelah Ratu Jodha berbincang-bincang dengan Ratu Salima, seketika Ratu Salima mengundurkan diri, ingin memberi kesempatan Jodha dan Jalal berbicara berdua. sepeninggalan Ratu Salima, Jalal meminta Jodha untuk membatalkan niatnya pergi ke Ajmer Syarif, tapi ternyata Jodha menaolaknya dengan alasan ia bukan hanya melakukan itu untuk menyenangkan ibu mertuanya, tapi juga untuk mendo"akan Raja dari rakyatnya, mengingat ia juga adalah seorang Ratu dari kerajaan Mughal sekarang. Setelah itu Jodha segera berlalu dari hadapan Jalal, ya setelah membuat Jalal sedikit heran akan jawabannya, saat melintas di depan Jalal, Jodha terpeleset dan itu membuat Jalal menangkap tubuhnya, sehingga yang terjadi selanjutnya itu adalah seperti yang terjadi drama-drama. ^^

sekian episode 77 nya....

Sunday, 9 November 2014

Deja Vu atau Apalah Namanya

^^

Deja Vu atau apalah namanya, saat menginjakkan kaki di Madrasah tempatku dulu sekolah begitulah rasanya, merasa masih sangat akrab dengan semua sudutnya, meski beberapa bagaian telah berubah hampir drastis, seperti di belakang kelas dekat sungai, juga beberapa kelas di dekat mushola, banyak berubah, koprasi yang menempati tempat ruang ekskul band, juga lain-lainnya, yang jelas sich tambah bagus saja... ^^


Saat aku dulu sekolah beberapa ruangan masih dalam proses pembangunan, seperti lab dan perpus. Karena beberapa kelas sempat terbawa arus sungai saat musim hujan (itu terjadi ketika aku duduk di bangku SMA, jadi tidak jadi saksi langsung kejadiannya), sekarang perbaikan besar-besaran sedang dilakukan untung menghindari kejadian serupa. Dan sekarang halaman belakang sekolah tampak lebih baik dari jaman pas aku sekolah dulu. Wes intinya Madrasah kita sekarang tambah bagus teman-teman. ^^

Oke, kita cerita lain, tentang deja vu yang kurasakan. Saat duduk di depan kelas, tepat di dekat gerbang, entahlah pikiranku seolah melintasi waktu menuju ke beberapa tahun silam (11an tahun silam), saat menunggu teman-teman pulang sekolah, atau juga menunggu kelas kaligrafi. Meski tidak pernah menjadi kelasku, tapi itu salah satu tempat yang paling aku senengi untuk duduk, saat sekolah, saat reunian, juga saat tadi berkunjung ke sekolah.


Teman-teman tidakkah kalian rindu dengan sekolah kita???? Ku rasa banyak yang merindu, hanya saja rasa rindu itu sedang tenggelam oleh banyak rasa lainnya, rasa penat akan kesibukan, penat akan banyak masalah dalam hidup, dan masih banyak lagi.


Saat kembali ke sekolah (mengunjungi) itu membuatku merasa seakan berada di tengah-tengah saksi sejarah, di mana saat aku menatap tempat-tempat yang aku ingat itu seperti melihat film live kenangan-kenanganku bersama teman-teman akan masa itu, masa-masa sekolah dulu.

Jadi, saat aku atau juga teman-teman merindu masa itu cukup datang langsung ke sekolah, rasakan tiap detak kenangan itu terputar seperti film yang hanya diri kitalah yang tahu persis bagaimana semua itu tersusun menjadi begitu berharaga, menjadi kenangan tak terlupakan dalam hidup kita...

Ditunggu acara reuniannya teman-teman semua ^^

To be continue... (Masih pengen cerita lebih banyak lagi)

by Ana

Friday, 7 November 2014

Bukan Sekedar Sepeda Biasa ^^

Sepedanya sebenarnya sama dengan sepeda-sepeda lain, tapi cerita yang dilalui sepeda ini sangatlah tidak sederhana. Sepeda ini telah memulai karirnya dari jaman suamiku sekolah (tahun 2000an) hingga sekarang adikku sekolah. Jadi jelaslah sepeda ini telah menjadi saksi sejarah para penggunanya ketika sekolah.



by Ana

Saturday, 1 November 2014

Aku dan Bulan Oktober

Bulan Oktober, bulan kemarin, karena saat ini kita telah berada di bulan November, ya tepatnya 1 November 2014 sekarang.

Melihat kembali di bulan kemarin, saat buka blog, nampaklah berapa banyak postinganku di bulan Oktober, 11 postingan saja, sangat sedikit, bahkan kurang dari setengah jumlah postingan di bulan sebelumnya Oktober, November. Dari situ dapat disimpulkan bahwa aku jarang nulis di bulan Oktober kemarin, hmmmm...


Ya semoga di bulan ini, bulan November, bisa lebih sering nulis, juga bisa lebih lancar buat posting tulisan... Aamiin...

Happy Blogging ^^



by Ana